wisata pakistan

Kasih Setia Tuhan – 10 Kali Tour Selama Tahun 2018

Posted on

Sungguh… tidak menyangka, bahwa ternyata di tahun 2018 saya telah melakukan perjalanan atau tour sebanyak 10 kali!! Ini adalah rekor tour terbanyak yang pernah saya lakukan selama menjadi Tour / Group Leader bersama Ventura TravelKing. Tadinya saya sama sekali tidak “ngeh” ketika mencoba mengumpulkan foto-foto group di perjalanan tour saya thn 2018. Dan ketika mengecek kembali di kalender barulah saya sadar bahwa saya telah melakukan tour sebanyak 10 kali sepanjang tahun 2018 ini. Sungguh amazing buat saya pribadi.

Semua ini bisa terjadi tentunya adalah karena campur tangan Tuhan di setiap perjalanan saya. Saya sangat sangat terharu dengan kebaikan Tuhan yang selalu setia dan menyertai saya kemana saja saya pergi. Bukan saja di saat tour berlangsung, tetapi dari sejak awalnya. Saat mulai memilih destinasi, memilih tanggal yang cocok, peserta yang akan bergabung, memilih lokal partner yang tepat, semuanya itu bukanlah hal yang mudah dilakukan. Yang paling sulit adalah ketika harus memilih dan memutuskan. Saya benar-benar menyerahkan segalanya ke dalam tangan Tuhan dan percaya Dia akan melakukan yang terbaik. Kalau melihat lagi kebelakang, rasanya saya tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya. Karena saya bekerja sendirian, benar-benar sendiri. Belum lagi urusan rumah tangga yang tidak bisa ditinggalkan (saya tidak memliki pembantu rumah tangga sudah 5 tahun). Belum lagi pelayanan di gereja, karena saya sudah komit untuk melayani Tuhan sebagai Majelis di GPIB Karunia sejak Oktober 2017. Sungguh, saya harus dapat mengatur semuanya dengan baik dan seimbang.

Tapi saya memiliki Tuhan yang luar biasa! Allah yang sanggup menolong beban saya dan selalu memberikan jalan keluar di saat yang tepat. Saya hanya berserah dan percaya kepadaNya. Sekali lagi percaya…!

Saya bisa merasakan kehadiran dan penyertaanNya ketika saya sedang melakukan tour. Saya mendapatkan peserta yang ramah, baik dan tidak rewel. Lokal agent yang juga perhatian dan tidak hitung-hitungan. Supir bus yang handal dan tidak ugal-ugalan. Bertemu dengan penduduk lokal yang bersahabat. Tidak ada sakit penyakit, tidak ada kecelakaan, tidak ada kehilangan barang. Semuanya…. dan apa saja… Tuhan sediakan buat saya yang terbaik. Maka 10 kali tour berlangsung sepanjang tahun 2018 adalah karena kasih karunia Tuhan Yesus semata-mata. Bukan karena kehebatan saya, dan bukan juga karena kekuatan saya. Saya sangat bersyukur, selama perjalanan tersebut saya pulang ke rumah dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan suatu apapun. Terima kasih Tuhan Yesus… sungguh aku mengucap syukur untuk berkatMu. Kau adalah Allahku yang luar biasa.

Banyaklah yang telah Kau lakukan, ya TUHAN Allahku,

perbuatanMu yang ajaib dan maksudMu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau!

Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung. (Mazmur 40:6)

Cerita tentang trip Iran dan Jepang, belum sempat di posting. Mudah-mudahan setelah tahun baru ya… ๐Ÿ™‚

Untuk foto-foto perjalanan, bisa lihat di sosial media:

IG : @tania_langitanย  @venturatravelking @mylife_beyondfifty

FB : tania.langitan@gmail.com

Page Manager: Ventura Travel Photography atau Smartraveller

My Trip To Pakistan – Part 1

Posted on

Bisa masuk ke negara ini rasanya sesuatu banget :). Dan memang negara ini salah satu wishlist traveling saya sejak 3 tahun yang lalu. Dan akhirnya pada tanggal 22 Maret yang lalu saya bisa masuk ke negara ini secara sah – setelah menunggu 3 minggu approval visa saya di Kedutaan Pakistan Jakarta ๐Ÿ™‚ Perlu sedikit perjuangan untuk mendapatkan visa tersebut. Tapi semuanya terbayarkan setelah bisa traveling selama 11 hari… yeaayyy!!

Saya bersama 2 orang peserta (bertiga) berangkat tanggal 22 Maret menggunakan pesawat PIA (Pakistan International Airlines) dari Kuala Lumpur ย dan transit di Karachi sebelum landing di Lahore. Maskapai PIA ini kalau di Indonesia setara dengan Garuda Indonesia Airways. Dari KUL ke Karachi dapat makan 2 kali… makanannya cukup enak dan cocok di lidah dan mengenyangkan!

Singkat cerita saya tiba di Lahore sore hari. Sebelum penjemputan tiba, saya mencari-cari booth/counter yang menjual simcard. Ternyata ada counter Tourist Information, saya langsung masuk dan menanyakan soal simcard prabayar. Staffnya langsung menunjuk suruhannya untuk mengantar kami ke toko khusus yang menjual simcard. Tokonya ada di terminal kedatangan internasional. Selesai urusan simcard, ngga lama kemudian saya di telpon oleh yang akan menjemput kami bahwa mereka sudah menunggu di halaman parkir. Tapi mereka datang menjemput kami di toko simcard tersebut. Yang menjemput kami ternyata masih anak-anak muda (masih dibawah 30 tahun). Woww… kami dijemput sedan Honda Civic terbaru! Yang nyetir perempuan, namanya Palvisha. Waduuh… bawaannya ngebut euy! Ampuuunn….

Menginap di Guesthouse di daerah Gulberg – katanya ini daerah elit ๐Ÿ™‚ tapi GHnya biasa aja. Karena perjalanan menuju ke Hunza menjelang tengah malam yaitu sekitar jam 11. Maka hari itu tgl. 23 kami mempunyai waktu free. Saya menghubungi teman abang saya yang sama-sama hobi motorbike, namanya HKS (disingkat). Beliau adalah ketua asosiasi motorbike di Lahore dan banyak membantu saya pada waktu proses visa di Kedutaan. Maka sudah sewajarnya kan kalau saya harus menghubungi beliau untuk bertemu. Dan beliau mengajak saya dan teman-teman untuk bergabung dengannya dan istrinya untuk melihat acara pembukaan olahraga air tahunan di “Lahore Marina Boat Club” di district Kasur. Sekitar 45 menit dari Lahore.

Perjalanan dimulai jam 11 malam. Kami dijemput dan berkumpul masih di daerah Gulberg dekat GH kami. Jumlah peserta ada 15 orang (dari Karachi 4 orang, 3 dari Indonesia dan sisanya dari Lahore). Kami naik mobil HiAce (1 mobil). Peserta rata-rata dibawah 30 tahun. So…, sepertinya kami bertiga yang paling tua diantara mereka. Hahaha…

Kesan pertama saya, orang-orang Pakistan ternyata ramah-ramah, murah senyum dan helpful. Dibalik wajah (terutama para pria) yang brewokan dengan kumis dan janggutnya, ternyata mereka bila diajak ngobrol menyenangkan. Mereka sangat senang bila ada turis yang mau datang ke negaranya. Beberapa merasa heran juga dan bertanya alasan kami untuk datang ke Pakistan ๐Ÿ™‚

Selama perjalanan menuju Hunza, – mulai dari Mansehra sampai kami kembali dari Hunza – karena di rombongan ada warga negara asing, yaitu kami dari Indonesia, maka kami mendapat pengawalan khusus. Dan setiap ada security check point, mobil harus berhenti dan menunjukkan paspor. Tiba di Besham, kami diberikan kartu khusus semacam entry pass untuk wilayah Hunza, dimana dengan kartu ini kami boleh mengunjungi kota/desa yang berada di wilayah Hunza. Maka kartu tersebut tidak boleh hilang (sama dengan paspor kedua kami). Dan setelah kembali dari Hunza, kartu tersebut harus dikembalikan. Pendek kata, trip saya selama di Pakistan ini berlangsung dengan aman dan menyenangkan. Pemandangan sepanjang perjalanan benar-benar membuat saya terkagum-kagum. Hamparan gunung-gunung batu yang sangat dekat dilihat mata dan gunung-gunung dengan salju di puncaknya benar-benar luar biasa indahnya. Belum lagi jalan Karakoram Highway (KKH) yang mulus membuat perjalanan ini benar-benar nyaman. Beberapa jalan masih ada yang dalam perbaikan dan belum di aspal, tapi tidak membuat saya bosan untuk menikmati pemandangan alam negeri Pakistan ini.

Kembali dari perjalanan Hunza dan sebelum kembali ke Indonesia, saya mempunyai waktu 2 hari untuk melihat-lihat kota Lahore. Ohya, ketika saya tiba di Lahore setelah dari Hunza, cuaca di Lahore panasnya bukan main. Temperatur bisa mencapai 35C. Padahal ketika pertama tiba di Lahore tgl. 22 Maret, cuacanya masih sejuk dan adem. Tau-tau balik dari Hunza cuacanya berubah cukup ekstrim. Sehingga ketika berkunjung ke Badashi Mosque di Old City Lahore, saya dan teman saya tidak sanggup untuk eksplor lebih banyak. Bahkan tidak sanggup berjalan kaki untuk mengunjungi Lahore Fort yang letaknya bersebelahan dengan Badashi Mosque. Panasnya ngga nahan…. padahal udah pakai payung tetep nggak kuat. Kami ngga bisa enjoy! Akhirnya kami mampir di Xinhua Mall buat ngadem, salah satu mall favorit di Lahore. Ngga terlalu besar… tetapi toko-tokonya persis sama seperti di Pondok Indah Mall. Sebuah toko baju sedang diskon besar sampai 70%. Masuklah kami disitu… woowww… bajunya lucu-lucu! Keren dan modis. Jadilah kami ikutan belanja… hahaha

Foto-foto dibawah ini baru sebagian saja… foto lainnya menyusul ya. Bisa lihat di Instagram @tania_langitan dan @mylife_beyondfifty

Trip Pakistan berikutnya bulan Oktober 2018 sambil menikmati musim gugur di Skardu. Tanggal 12-21 Oktober 2018 (tentative). Yang minat silahkan daftar dari sekarang. Harga tour akan diinfo kemudian (masih dalam perhitungan). Pendaftaran ditutup tanggal 31 Juli 2018.

Transit di Karachi
Shopping di Emporium Mall
BunduKhan Bakery & Sweets
Naik perahu di Attabad Lake
Pasar di pinggir jalan
Pakistani Friends ๐Ÿ™‚
Makan siang di pinggir jalan di Jaglot. Tempatnya bersih looh..
Cherry Blossom di Hunza Valley
Fairy Meadow yang masih bersalju dengan ketinggian 3170m
Melewati Passu, otw ke Khunjerab Pass
Tentara super ganteng.
Mendapat pengawalan khusus, diberikan hanya untuk para turis
Wajib dimiliki selama berkunjung ke Hunza
Banyak Check Point yang wajib diperiksa
Terowongan yang dibangun oleh China.
Karakoram Highway