trekking Nepal

Sekilas Cerita Perjalanan Trekking ke Ghorepani Poon Hill, Nepal

Posted on Updated on

Inilah kisah perjalanan saya trekking ke Ghorepani Poon Hill, Nepal dari tanggal 3 – 10 Februari yang lalu. Sampai beberapa hari menjelang tanggal keberangkatan, yang berminat dengan trekking ini hanya kami berdua – saya dan teman saya semasa kecil yang tinggal di kompleks perumahan perminyakan dan teman satu sekolah (sekelas) sampai dengan kelas 1 SMP. Pada awalnya agak ragu-ragu juga untuk menetapkan hati apakah mau tetap berangkat atau dibatalkan. Oleh karena teman saya adalah orang yang super sibuk dan saya juga sudah mengenalnya dengan baik sekaligus kami berdua memang ingin sekali untuk melakukan perjalanan ini, akhirnya saya memutuskan untuk tetap berangkat dengan beberapa kondisi yang harus disesuaikan dengan budget 🙂

Tiba di Kathmandu siang hari dengan menggunakan pesawat AirAsia. Kalau ambil jadwal yang siang hari dan apabila cuaca cerah maka kita dapat melihat barisan pegunungan Himalaya yang puncaknya selalu ditutupi salju. Melihat gunung-gunung tersebut seakan-akan jiwa sudah melayang sampai di sana… hehehe. Mendarat dengan mulus, urus visa on arrival tanpa ada masalah dan keluar dari airport sudah di jemput oleh agent travel. Dan dikalungi bunga sebagai ucapan selamat datang… Namaste!

Perjalanan trekking sebenarnya berlangsung hanya 4 hari, dimulai di hari ke-3 dan dimulai dari kota Pokhara. Dan trekking berakhir di hari ke-6. Total jumlah hari selama di Nepal adalah 8 hari. Boleh di bilang selama 4 hari trekking, perjalanan kami sangat sempurna dan luar biasa. Saya sangat-sangat bersyukur kepada Tuhan, merasa diberkati karena selama trekking, cuaca sangat bagus dan bersahabat. Diberikan kesehatan, makanan dan penginapan yang nyaman. Tour guide dan porter orang lokal yang baik hati dan ramah. Gunung Annapurna, South Annapurna, Hiunchuli, Dhaulagiri, Fisth Tail, semuanya bisa dilihat dengan sangat jelas. Matahari terbit dan matahari terbenam semuanya indah dilihat dan dinikmati. Speechless… ngga tau mau mengungkapkan dengan kata-kata apalagi untuk semua keindahan ini. Hanya bisa bersyukur atas ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa. Saya merasa tidak ada apa-apanya… terasa keciiiill sekali. I am nothing!!

Selama 4 hari trekking, perjalanannya memang cukup melelahkan. Tak terbayangkan sebelumnya kalau trekkingnya akan seperti ini… hahaha. Kalau di Indonesia perjalanannya naik gunung ya gunungnya cuma satu aja. Kalau yang ini, untuk mencapai desa lainnya harus jalan dari satu gunung ke gunung lainnya, yang berarti harus turun dulu ke bawah kemudian naik lagi. Walaupun trail-nya sudah ada – kadang kala batu-batu yang sudah tersusun rapi, kadang kala jalan batu-batuan yang tidak teratur, kadang tanah biasa, kadang juga jalan yang bersalju (ini yang berat). Tapi Puji Tuhan…. semua bisa terlewati dengan aman.

Trekking berikutnya:

  • ABC Trek (Annapurna) tgl. 18-26 Agustus 2017
  • EBC Trek (Everest Base Camp) tgl. 28 Oktober – 9 November 2017. Bagi yang berminat, silahkan mendaftar dari sekarang ke +62 8170990708 (WA)

Nepal – After Earthquake

Posted on Updated on

Hampir setahun setelah kejadian gempa hebat yang menewaskan ribuan penduduk Nepal di bulan April 2015, akhirnya tour ke Nepal dapat direalisasikan kembali. Dengan jumlah peserta 8 orang dan selama 6 hari (seharusnya hanya 5 hari) kami menikmati kota Kathmandu dan sekitarnya. Kami berangkat tanggal 4 Maret dengan menggunakan pesawat Malindo air dan kembali tanggal 8 Maret. Beberapa hari menjelang keberangkatan dapat kabar dari pihak Lion (Malindo) yang menyatakan bahwa pesawat Malindo tidak beroperasi di tgl. 8 Maret. Yaah… mau tidak mau trip harus diundur pulangnya menjadi tgl. 9 Maret.

Cuaca dan udara selama berada di Nepal saat itu benar-benar sangat bersahabat. Udara yang sejuk dan cenderung dingin karena masa peralihan musim winter ke musim semi membuat trip ini sangat indah. Matahari bersinar dengan terang dan membuat atmosfir menjadi cerah dan bersih. Langit pun menjadi biru bersih dengan awan-awan yang putih bagaikan kapas. Dan ini tentu saja sangat menguntungkan buat yang hobi fotografi 🙂

Hari pertama tiba malam hari, entah karena ada perayaan Lord Shiva yang akan jatuh di tanggal 7 Maret yang konon setiap umat Hindu wajib merayakannya, maka bandara Tribhuvan ketika itu menjadi penuh sesak luar biasa. Sepertinya warga Nepal yang bekerja di luar Nepal serentak berbondong-bondong pulang mudik ke Nepal. Alhasil, untuk mengambil bagasi harus menunggu 2 jam lebih. Dan itupun harus dengan penuh perjuangan karena banyaknya orang, apalagi mereka pulang dengan membawa koper-koper besar dan belanjaan dengan kardus besar, seperti televisi (ngga tau isinya beneran televisi atau tidak). Ampun… suasana saat itu. Sudah seperti pasar ikan…. hhgghh.

Hari kedua mengunjungi Boudhanath Stupa dan Swayambunath. Bermalam di Nagarkot, karena mau lihat barisan pegunungan Himalaya dan sunrise. Tapi sayang, mataharinya masih malu-malu menampakkan dirinya. Hanya sebentar dan itu samar-samar tertutup kabut.

Hari ketiga setelah sarapan pagi langsung meluncur ke Bhaktapur Durbar Square. Dan siangnya mengunjungi Kathmandu Durbar Square.

Hari keempat bertepatan dengan perayaan umat Hindu – Maha Shivatri festival yaitu merayakan kelahiran dewa Shiva. Perayaan ini diadakan di Pasupatinath temple. Dan seluruh umat Hindu di Nepal dan bahkan dari India juga datang ke temple. Bisa dibayangkanlah betapa ramai dan penuh sesak di sekitaran temple ini. Sehabis dari tempat ini kami menuju Kirtipur sekitar 1 jam dari kota Kathmandu dan bermalam di Homestay.

Hari kelima di mulai dengan kegiatan trekking sekitar 1 jam untuk melihat sunrise. Dan siang hari kembali ke Kathmandu dan mengunjungi Patan Durbar Square dan shopping time ☺
image

image

image

image