pahalgam

Update Program Tour 2017 (India, Nepal, Pakistan, Tibet, Morocco, Iceland)

Posted on Updated on

Kembali saya update program-program tour untuk tahun 2017.

1. GHOREPANI TREK (3-10 Feb) – CONFIRM!

2. NEPAL – KATHMANDU & POKHARA (28 Feb-4 Mar)

3. INDIA G3 HOLI (9-14 Mar)

4. MUMBAI, BANGALORE & MYSORE (15-21 Mar)

5. KASHMIR + TAJ MAHAL (8-14 April)

6. EXPLORE PAKISTAN – GILGIT (6-16 Mei)

8. TIBET & EBC (22-30 April & 17-25 Mei)

9. LADAKH ROADTRIP (22Jun – 2 Jul)

10. AFRICA SAFARIS (18-26 July)

11. IRAN (6-15 September)

12. ABC TREK (20-30 September)

13. INDIA: DIWALI FESTIVAL (11-20 Oct)

14. EBC TREK (21 Oct – 7 Nov)

17. ICELAND – AURORA BOREALIS (14-21 Nov)

Instagram: @tania_langitan @venturatravelking

Untuk permintaan harga dan info lainnya silahkan menghubungi nomor dibawah ini. Harga tidak termasuk tiket pesawat & visa (bisa dibantu pembelian tiket & pengurusan visanya).

Telp. +62 8170990708 / +62 81220220708

Sonamarg – The Meadow of Gold

Posted on Updated on

Sonamarg2_resize

Bila  traveling ke wilayah Kashmir India, pastikan untuk mengunjungi Sonamarg, sebuah kota kecil dengan panorama pegunungan yang sangat indah dan spektakuler. Benar-benar sangat indah, membuat anda terkagum-kagum dan merasa diri anda seperti sedang berada negara Swiss. Dan memang benar, wilayah Kashmir terkenal dengan sebutan “The Switzerland of Asia” dan Sonamarg sendiri dijuluki sebagai “Meadow of Gold”. Bila anda datang dari Srinagar, ibukota Kashmir anda hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam dengan melihat pemandangan cantik sepanjang jalan yang dijamin tidak akan membuat anda bosan dan mengantuk 🙂

Foto-foto dibawah ini adalah pemandangan di perjalanan menuju Sonamarg dari kota Srinagar. Pada saat saya berada di Kashmir,  bulan September dan Oktober adalah masa panen padi, sehingga banyak terlihat penduduk sedang menuai padi. Dan beberapa kali terlihat sekelompok orang-orang Gypsi berjalan kaki bersama dengan hewan-hewan peliharaannya. Menurut supir yang membawa saya saat itu mengatakan bahwa karena sekarang sudah masuk musim gugur, orang-orang Gypsi turun dari gunung dan mencari tempat-tempat di dataran rendah untuk mereka tinggal sampai musim dingin berakhir yaitu bulan Maret.

SM1_resize  SM2_resize  SM5_resize  SM3_resize

Tiba di Sonamarg saya langsung menyewa kuda poni untuk trekking menuju Thajiwas Glacier selama 3 jam. Sebenarnya untuk menuju ke sana bisa dilakukan berjalan kaki dan kebetulan jalan arah ke Thajiwas Glacier melewati hotel tempat saya menginap. Hanya saja siang itu matahari sangat terik, walaupun udaranya dingin dan cukup berangin. Disamping itu juga ingin merasakan naik kuda poni…hehehe…Foto-foto dibawah ini adalah pemandangan yang saya temui sepanjang jalan menuju Thajiwas Glacier.

SM10_resize  SM12_resize SM11_resize  SM13_resize

Masih dalam perjalanan menuju Thajiwas Glacier, saya sempat berhenti sebentar ketika melihat sebuah sungai dengan airnya yang jernih untuk mengambil beberapa foto. Menurut info dari pemandunya bahwa tempat-tempat yang saya lalui ini sering menjadi tempat pengambilan gambar untuk film-film Bollywood. Kalau melihat pemandangannya seperti ini memang tidak heran kalau menjadi tempat favorit film Bollywood 🙂 Wow banget deh…

SM16_resize  SM18_resize SM19_resize

Tiba di base camp kami berhenti untuk beristirahat dan ternyata memang hanya sampai disitu saja jalur trekkingnya. Tidak terlalu banyak turis yang datang di tempat itu. Dari sini terlihat lebih jelas Thajiwas Glacier yang berada dipuncak gunung. Puncak gunung tersebut selalu diselimuti oleh salju walaupun sedang tidak musim salju seperti pada saat saya datang.

SM20_resize TL_sonamarg1_resize SM14_resize SM21_resize

Saya menyewa kuda poni selama 3 jam seharga Rs2000 untuk 2 orang ditambah tip untuk pemandunya Rs200. Seharusnya bisa kurang dari itu, karena keesokan paginya ketika sedang berjalan-jalan ada yang menawarkan kuda poni. Iseng-iseng saya tanya berapa harga sewanya, dia menjawab Rs1600 untuk berdua 🙂

Incredible India: Nigen Lake – Srinagar, Kashmir

Posted on Updated on

NL26

Srinagar, adalah ibukota wilayah Jammu & Kashmir di India Utara – terkenal dengan taman-taman bunganya yang luas dan dipenuhi aneka warna bunga-bunga cantik, danau Nigen dan danau Dal; dan rumah-rumah perahu yang bersandar di tepi danau.

Ketika berkunjung ke kota tersebut, udaranya sangat bersahabat. Cuaca setiap hari cerah dengan angin dingin berhembus sepoi-sepoi. Saya berada di kota tersebut dari tanggal 22 – 27 September. Inilah tempat persinggahan yang paling lama dari kota-kota lainnya di India yang saya singgahi. Sengaja memang saya jadwalkan 5 hari berada di daerah Kashmir karena saya melihat di website banyak tempat-tempat yang mempesona di daerah Kashmir. Apalagi bulan September ini sudah masuk musim gugur (Autumn) dan saya melihat daun-daun sudah mulai berganti warna menjadi kuning keemasan. Benar-benar sangat indah.

Untuk masuk ke kota Srinagar, saya naik pesawat dari kota New Delhi. Bisa juga dengan kereta api, tetapi kereta api api hanya berhenti di kota Jammu dan harus sambung lagi dengan bus atau taksi yang akan memakan waktu sekitar 9-11 jam.

Selama berada di Srinagar, saya tentu saja menginap di “Houseboat”, yaitu perahu besar yang didalamnya terdapat kamar tidur, kamar mandi, ruang makan, ruang tamu untuk bersantai dan teras untuk menikmati disekitar danau. Perahu ini umumnya bisa terdiri dari 2 sampai 3 kamar dengan kamar mandi dalam. Soal makan, pihak Houseboat akan menyajikan masakan rumahan, yaitu masakan daerah Kashmir. Tapi sebelumnya mereka akan menanyakan kepada kita apakah mau dimasakin menu India atau tidak. Karena mereka juga bisa memasak makanan internasional seperti western atau chinese. Tetapi jangan membayangkan rasanya seperti makanan Cina asli ya… hehehe. Dan untuk masakan tersebut kita harus bayar, tetapi harganya sangat wajar untuk 3 macam masakan plus nasi. Beruntung lidah saya masih cocok dengan masakan-masakan mereka 🙂

NL32

Nah, di Srinagar ini terdapat 2 danau besar, yaitu “Nigen Lake” dan “Dal Lake”. Saya memilih tinggal di Nigen Lake karena menurut saya Dal Lake sudah terlalu ramai dan komersil, sementara Nigen Lake belum terlalu banyak Houseboat sehingga berada di danau ini benar-benar terasa damai dan pemandangannya pun juga lebih indah. Danau Nigen memang sedikit agak jauh jaraknya dari pusat kota, tetapi hal itu tidak menjadi masalah buat saya 🙂

NL1 NL5 NL22 NL16

Untuk menuju Houseboat tempat saya menginap, saya harus naik perahu kecil yang di sebut dengan “Shikara”. Jarak dari pangkalan Shikara ke Houseboat hanya sekitar 150 meter. Danau ini banyak ditumbuhi dengan bunga teratai dan di dalam danau itu sendiri banyak rumput-rumput seperti rumput laut. Menurut informasi dari pemilik Houseboat, rumput-rumput tersebut dapat diolah sebagai obat herbal untuk kulit wajah, obat tenggorokan dan obat sakit perut.

Shikara's Jetty
Shikara’s Jetty

Untuk menikmati pemandangan alam danau Nigen, kita bisa menyewa Shikara yang lama sewanya tergantung permintaan penumpangnya. Bisa setengah jam, 1 jam, 2 jam atau lebih. Waktu itu saya menyewa hanya 1 jam saja, karena menurut saya lumayan cukup mahal harga sewanya, untuk 1 jam dikenakan 400 rupee 🙂 Shikara tersebut lebih enak kalau dimuati oleh maksimum 2 orang, karena bentuk tempat duduknya seperti balai-balai. Jadi penumpangnya bisa selonjoran atau tiduran.

NL24 NL14 NL9

Panorama di saat matahari terbenam dan burung-burung (selain bebek) yang saya lihat dan yang dapat saya abadikan gambarnya adalah seperti dibawah ini

sunset     NL33

Suasana kota Srinagar pada saat itu aman terkendali, walaupun pada saat itu banyak polisi dan tentara berjaga-jaga di setiap sudut jalan dan kota. Bahkan sekali-sekali lewat truk-truk tentara lalu lalang. Wilayah Kashmir boleh dibilang mulai banyak didatangi para turis sejak 6 tahun terakhir karena wilayah tersebut sudah cukup aman. Sejak 20 tahun terakhir, antara Pakistan dan India tidak bersengketa soal wilayah hal itu dikarenakan sering diadakan negosiasi-negosiasi yang cukup alot yang sampai saat inipun masih tetap dilakukan. Hal ini untuk menjaga stabilitas keamanan kedua belah pihak. Dan tentu saja untuk para pelancong seperti saya…:)

Cheers,

INCREDIBLE INDIA – I Love India!

Posted on Updated on

India4

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau pada akhirnya saya bisa memasuki negara India. Berkelana selama 23 hari ditambah 2 hari perjalanan masuk dan keluar India dengan pesawat udara, menjelajahi sebagian kecil wilayah India yang luasnya 3.287.590 km2. Menggunakan transportasi hampir semua jenis transportasi yang ada, kereta api malam dan siang, bajaj atau tuk-tuk (autorickshaw), becak India (rickshaw), perahu pada saat menyusuri sungai Gangga, dan pesawat lokal India (IndiGo dan SpiceJet). Merasakan panasnya suhu udara India yang pada saat itu mencapai 41 derajat C dan dinginnya udara di pegunungan Sonamarg, Kashmir yang mencapai 8 derajat C di pagi hari. Mengagumi benteng-benteng kerajaan di Rajashtan yang sangat luas dan istana yang sarat dengan dekorasi yang luar biasa indahnya. Taksi-taksi antik berwarna kuning hijau dan kuning hitam yang khas. Sungguh merupakan suatu pengalaman hidup yang menakjubkan dan tidak akan terlupakan seumur hidup.

India11 India9 India10

Melihat dan merasakan langsung kehidupan rakyat India yang penuh warna dan ramai, suasana yang selalu riuh di jalanan, stasiun, trotoar, taman bahkan di tempat ibadah sekalipun tidak pernah sepi dengan suara klakson mobil, teriakan-teriakan, lalu lalang manusia dan kendaraan, pengemis bertebaran dimana-mana, sapi-sapi mondar mandir di jalanan seakan tak bertuan. Jalanan berdebu dan kotor, bercampur dengan kotoran hewan dan sampah-sampah yang berserakan. Restoran pinggir jalan (di trotoar), seakan memasak asal jadi  dan orang-orang pun makan sambil berdiri dengan lahapnya tanpa peduli dengan kebersihan. Itulah India, pemandangan sehari-hari yang saya temui selama berada di negara yang berpenduduk 1,2 milyar jiwa lebih.

India8 India5 India2 India6

Orang-orang India itu “kepo” alias ingin tahu apa aja. Selalu bertanya asal negara saya, mau melancong kemana saja, suka mengintip hasil jepretan foto. Bahkan narsis, minta difotoin =:) Kalau sesama jenis, tidak segan memperhatikan dari atas sampai ke bawah berkali-kali. Menatap saya lekat-lekat, seakan saya ini makhluk asing yang datang dari planet lain…hahaha. Suka sekali berdesak-desakan. Maksudnya, satu tempat sebisa mungkin dimuati sebanyak-banyaknya. Entah itu di bajaj, yang bisa dimuati oleh 11 orang, restoran ukuran 2×2 m pun bisa dimuati oleh 15 orang. Bisa kebayang ngga tuh…ajaib kan? Hahahaha…. Itulah India! Incredible India! But I love it!

India1 India14

Sayangnya, banyak tempat-tempat yang dilarang untuk berfoto. Terutama di tempat-tempat umum, seperti di dalam stasiun, taman kota, jembatan Howrah di Kolkata (yang ini langsung disamperin sama Polisinya dan langsung kasih lihat foto-foto yang dihapus 😕 ) Ngga berani mau curi-curi foto, karena banyak dipasang kamera CCTV.  Walaupun demikian, transportasi Kereta Api di India patut dicontohi oleh Indonesia. Jalur dan rute KA antar kota di India sangat banyak, begitu juga ketersediaan KA juga banyak pilihan. Jadwal tersedia dari pagi sampai malam. Gerbongnya memang tidak tampak baru bahkan kebanyakan terlihat kusam dan lama. Tetapi didalamnya cukup nyaman. Kelas yang ber AC, ACnya pun sejuk bahkan cenderung dingin bila malam hari. Harganya tiketnya pun murah. Tidak heran kalau kereta api merupakan transportasi andalan bagi rakyat India dan diminati bukan saja oleh penduduk lokal tetapi para turis seperti saya pun lebih berminat naik Kereta Api 🙂

Aahhh….jadi kangen sama India. Suatu hari saya pasti akan ke sana lagi…mungkin ke wilayah Kashmir lagi untuk menikmati mekarnya bunga Tulip dan Gulmarg…menaiki gondola (cable ride) untuk melihat pemandangan indah bersalju. Atau ke Ladakh untuk menikmati pegunungan Himalaya….atau ke India Selatan, ke kota Mumbai kota Bollywood 🙂 I love India!!

Related Links

India13 India12 India16 India15