gulmarg

Kashmir Tour – April 2017: TULIP GARDEN

Posted on

Trip ke Kashmir yang baru saja berakhir tanggal 14 April 2017 yang lalu memberikan kesan yang mendalam buat kami (grup) dan saya khususnya. Perjalanan berjalan sesuai jadwal dan program, aman, lancar dan sangat menyenangkan. Semua berjalan dengan sempurna! Saya patut bersyukur kepada Tuhan saya yang sangat baik 🙂 Dan Dia telah menyediakannya bagi saya. Puji Tuhan!

Kashmir adalah bagian dari negara India yang terletak di India Utara dengan ibukotanya Srinagar. Wilayah ini sangat rawan konflik, antara penduduk lokal dengan tentara India. Tahun 2016, sempat terjadi konflik yang menyebabkan wilayah ini terpaksa ditutup untuk turis dari bulan Juni sampai dengan November 2016. Beruntung, tour saya ke Kashmir di awal Desember berlangsung lancar dan aman tanpa ada gangguan apapun. Sekali lagi Puji Tuhan!

Untuk sampai di Kashmir, saya menggunakan moda transportasi pesawat dari New Delhi ke Srinagar, memakan waktu 1,5 jam. Saya memilih jadwal pagi agar mempunyai banyak waktu di Kashmir untuk menikmati perjalanan kami. Seperti yang saya katakan di awal paragraf bahwa perjalanan saya selama di Kashmir memberikan pengalaman yang mengesankan. Mengapa saya katakan demikian? Ya, karena selama di Kashmir semuanya berjalan sempurna. Saya diberikan cuaca yang begitu baik dan bersahabat. Tidak ada hujan atau mendung. Sangat indah untuk foto-foto. Untuk makanan, sama sekali tidak ada masalah. Semua peserta tidak mengalami gangguan kesehatan untuk urusan makanan. Transportasi juga dalam kondisi sempurna.

Hari pertama setelah tiba di Srinagar adalah mengunjungi Mughal Garden, sebuah taman rekreasi yang dipenuhi bunga-bunga. Karena bulan April sudah masuk musim semi (Spring), maka bunga-bunga sudah banyak yang mulai mekar. Bahkan bunga Sakura pun juga ada di taman ini. Di taman ini juga ada jasa tukang foto yang menyediakan baju-baju khas Kashmir untuk difoto. Untuk harga harus bernego dulu 🙂 Yang pasti kami semua menggunakan kesempatan ini untuk berfoto dengan menggunakan baju daerah Kashmir. Dari tempat ini kami mampir ke mesjid Hazrabat, sebuah mesjid terbesar di wilayah Kashmir. Kami hanya berfoto-foto sebentar di depan garbangnya.

Tour dilanjutkan dengan mengunjungi taman bunga Tulip di Indira Gandhi Garden. Taman ini hanya buka selama 2 minggu saja, yaitu dari tanggal 1 – 15 April. Setiap tahun selalu ada festival bunga tulip, akan tetapi pemberitahuan tanggal dibukanya festival ini tidak bisa diprediksi. Bahkan 2 minggu sebelum kami berangkat ke India pun saya belum dapat kepastian kapan jadwal festival bunga tulip diadakan. Ada yang mengatakan dibukanya tgl. 13 April. Sementara tanggal tersebut saya sudah kembali ke Delhi… hahaha bikin saya deg-degan! Buat saya taman ini indah dan berbeda, bukan hanya karena bunga tulipnya tetapi taman ini dikelilingi gunung-gunung bersalju. Benar-benar keren!! Rasanya ingin berlama-lama di tempat ini. Ohya, untuk masuk ke dalam taman ini biaya tiket masuk adalah 20 rupee saja. Puas berfoto dan menikmati keindahan taman dan isinya, kami kembali ke rumah perahu (houseboat) tempat kami menginap selama di Srinagar, yaitu di pinggiran Danau Nigen 🙂

Untuk cerita berikutnya: Sonamarg & Gulmarg akan diceritakan pada edisi berikutnya. Stay tune!

Trip India berikutnya tahun 2017:

  • Ladakh Adventure Roadtrip: 22 Juni – 2 Juli 2017
  • Diwali Festival di India Selatan: 11-20 Oktober 2017

Bagi yang berminat ikut dalam tour di atas, silahkan menghubungi 08170990708 (WA) atau 081220220708

Untuk foto-foto cakep lainnya bisa follow di:

  • IG: @tania_langitan
  • FB: tania.langitan@gmail.com
  • Path: tania langitan
  • Twitter: @smartravler
  • Pinterest: Tania Langitan

 

Advertisements

Update Program Tour 2017 (India, Nepal, Pakistan, Tibet, Morocco, Iceland)

Posted on Updated on

Kembali saya update program-program tour untuk tahun 2017.

1. GHOREPANI TREK (3-10 Feb) – CONFIRM!

2. NEPAL – KATHMANDU & POKHARA (28 Feb-4 Mar)

3. INDIA G3 HOLI (9-14 Mar)

4. MUMBAI, BANGALORE & MYSORE (15-21 Mar)

5. KASHMIR + TAJ MAHAL (8-14 April)

6. EXPLORE PAKISTAN – GILGIT (6-16 Mei)

8. TIBET & EBC (22-30 April & 17-25 Mei)

9. LADAKH ROADTRIP (22Jun – 2 Jul)

10. AFRICA SAFARIS (18-26 July)

11. IRAN (6-15 September)

12. ABC TREK (20-30 September)

13. INDIA: DIWALI FESTIVAL (11-20 Oct)

14. EBC TREK (21 Oct – 7 Nov)

17. ICELAND – AURORA BOREALIS (14-21 Nov)

Instagram: @tania_langitan @venturatravelking

Untuk permintaan harga dan info lainnya silahkan menghubungi nomor dibawah ini. Harga tidak termasuk tiket pesawat & visa (bisa dibantu pembelian tiket & pengurusan visanya).

Telp. +62 8170990708 / +62 81220220708

Serunya Cerita Dari Tour India Di Akhir Tahun 2016 – Jilid 1

Posted on Updated on

Inilah tour terakhir di tahun 2016. Tour dengan destinasi Kashmir, Delhi, Agra & Jaipur telah berjalan dengan sukses dan penuh keceriaan. Puji syukur kepada Tuhan atas semua rahmat dan perlindunganNya, semua perjalanan dilalui dengan aman dan peserta pulang ke tanah air dengan keadaan sehat wal-alwafiat 🙂

Sebagai Tour Leader & tour guide, perjalanan ke India ini merupakan yang ke-11 sejak Oktober 2013… woww!! Dan ngga pernah bosan untuk datang ke negara yang selalu dianggap kotor, kumuh, jorok, dll. Selalu saja ada hal-hal yang berbeda dan yang menarik ditemui dalam setiap perjalanan.

Awalnya jumlah peserta yang sudah fix adalah 11 orang (termasuk saya), akan tetapi 2 hari menjelang hari keberangkatan ada 1 peserta yang membatalkan keikutsertaannya oleh karena ada pekerjaan yang mendadak dan sangat mendesak yang harus diselesaikan. Sehingga total jumlah peserta menjadi 10 orang. Sangat disayangkan karena peserta tsb sudah membayar full dan siap berangkat 😦

Tour bulan Desember ini diawali dengan perjalanan ke Kashmir. Berangkat dari Jakarta tgl. 2 Desember dan esok harinya menuju Srinagar dengan pesawat. Udara di Srinagar sudah mulai dingin karena sudah masuk musim dingin (winter season). Sebenarnya agak was-was juga untuk tour ke Kashmir saat ini mengingat selama 5 bulan terakhir Kashmir dinyatakan jam malam akibat terjadi konflik antara militan dengan tentara. Akibatnya wilayah Kashmir selama masa tersebut sama sekali tidak ada turis yang datang karena wilayah ini tertutup untuk wisatawan dan tidak aman. Puji Tuhan… ketika kami datang, jam malam sudah dibuka 2 minggu sebelumnya dan penghubung saya sudah info saya jauh-jauh hari kalau Kashmir sudah aman untuk turis dan tidak perlu kuatir untuk datang berkunjung ke Kashmir.

Tiba di bandara Srinagar dan sepertinya turis hanya kami saja saat itu :). Sambil menunggu bagasi kami didatangi petugas untuk mengisi formulir yang persis sama ketika saya pertama kali ke Kashmir tahun 2013. Selesai urusan bagasi dan imigrasi kami keluar dari bandara dan melihat supir yang sudah menjemput kami (dengan selembar kertas dengan tulisan nama saya). Tidak susah mencarinya karena cuma dia sendiri yang memegang kertas tersebut….hehehe. Dari bandara langsung menuju penginapan houseboat (rumah perahu) di Danau Nigen, yang merupakan ciri khas wisata di Srinagar. Ada 2 tempat (danau) untuk menginap di Houseboat, selain di danau Nigen juga ada danau Dal. Saya lebih memilih danau Nigen karena tempatnya masih asri, tidak terlalu ramai dan tenang. Cocok untuk yang benar-benar ingin relax dan menikmati pemandangan alam, danau dan gunung-gunung disekitarnya. Cantik sekali!

Saya menginap di Houseboat yang oleh pemiliknya sudah menjalankan usaha ini selama 100 tahun. Bulan Mei 2016 yang lalu pemiliknya merayakan 100 tahun usaha Houseboat mereka. Houseboat ini memiliki 3 kamar tidur yang cukup luas dengan kamar mandiri sendiri. Bahkan 1 kamar bisa ditempati 3 orang karena memiliki 1 tempat tidur besar dan 1 tempat tidur single. Selesai di jamu dengan “welcome drink” berupa teh hangat (chai tea) dan makan siang yang sudah disiapkan, kami langsung berangkat lagi untuk memulai tour di kota Srinagar. Oh ya, untuk mencapai houseboat ini kami harus menaiki perahu kecil yang disebut dengan “shikara” dengan jarak sekitar 200m dari tempat pangkalan perahu (dermaga).

Sisa hari saat itu kami mengunjungi mesjid Hazratbal yang terbesar di Kashmir. Karena sedang di renovasi, kami hanya bisa memotret dari luar saja. Dilanjutkan dengan mengunjungi Mughal garden dan Nishat garden. Karena sudah musim dingin, maka semua tumbuhan (bunga, rumput dan pohon) dalam kering kerontang sehingga kurang menarik untuk dilihat. Memang sebaiknya kalau mau lihat taman di musim semi atau mulai bulan April sampai akhir Oktober.. hehehe. Tapi tetap saja ada yang menarik untuk dilihat dan difoto. Bahkan kami akhirnya difoto dengan menggunakan pakaian daerah Kashmir sebagai kenang-kenangan manis 🙂

2 hari berikutnya kami pergi ke Sonamarg dan Gulmarg. Beruntung sekali selama di Srinagar cuaca sangat bersahabat, menjelang siang hari matahari bersinar dengan cerahnya sehingga sangat bagus untuk foto-foto. Karena sudah masuk winter, cuaca di pagi hari selalu berkabut (foggy). Di Sonamarg sudah mulai bersalju. Dari tempat parkir untuk menuju lokasi (view point) untuk melihat lebih dekat gunung-gunungnya harus menggunakan kuda poni. Begitu turun dari mobil kami langsung diserbu untuk para lokal guide / pemilik kudanya dengan menawarkan harga sewa kuda poni. Tidak  ada turis lainnya selain kami berempat. Tawar-menawarpun terjadi. Mereka menawarkan harga yang menurut saya tidak masuk akal. Karena saya sudah pernah ke tempat ini sebelumnya jadi saya tahu harga yang sewajarnya. Meski dengan kondisi mereka yang selama 5 bulan ini sangat jarang turis saya bisa tahu harga yang saya inginkan. Memang cukup alot untuk tawar-menawar di India.. tapi syukurlah akhirnya saya bisa mendapatkan harga yang pantas 🙂 Harus ada triknya… saya jadi kepikiran bagi mereka yang baru pertama kali ke sini atau tempat lainnya di India pasti akan menjadi sasaran empuk untuk mendapatkan rejeki nomplok. Pastikan kalian harus mendapatkan tour leader yang berpengalaman bila ingin tour ke India.

Hari berikutnya adalah ke Gulmarg, sebuah tempat favorit yang dikenal sebagai tempat olah raga musim dingin. Karena musim dingin baru saja dimulai, alhasil sampai disana salju hanya baru ada di gunung-gunungnya saja… hahaha. Sama seperti di Sonamarg, tiba di parkir mobil untuk mencapai lokasi gondola (cable car) kami diharuskan menaiki kuda. Begitu keluar mobil langsung diserbu oleh pemilik kuda. Saya sudah diwanti-wanti sebelumnya mengenai hal ini bahwa orang-orang yang menawarkan kuda di Gulmarg lebih “buas” dan sangat memaksa. Jadi harus benar-benar berhati-hati. Beruntung sekali, saya ditemani oleh seorang guide lokal yang disediakan oleh pemilih houseboat, yang sepertinya tokoh masyarakat setempat yang cukup disegani. Bapak ini dipanggil dengan “Gul-caca”. Buktinya ketika mobil masuk area parkir, langsung lewat saja padahal ada petugas dengan palang/portal. Begitu juga ketika turun dari mobil dan kami diserbu oleh para penyewa kuda lebih dari 10 orang. Gul-caca langsung teriak-teriak mengusir mereka dan dia berdebat dengan 1 orang penyewa kuda yang berusaha untuk memberi harga sesuai keinginan mereka. Tapi Gul-caca tetap dengan harganya dia dan memberitahu ke saya agar tidak mendengarkan hirauan para penyewa kuda ini. Pokoknya harga nya segini! Jangan kasih tambahan lagi, begitu dia memperingatkan saya. Waah… mantap nih Gul-caca. Tapi bukan orang India namanya kalau ngga keukeuh dan dengan segala cara untuk mencapai keinginannya… hahaha.. ketika sudah naik kuda dan mulai berjalan, 1 orang ini menawarkan 4 orang asisten (2 kuda di guide 1 porter, berarti ada 2 porter). Nah… kenapa juga harus ada asisten untuk 4 ekor kuda?? hahaha…. begitulah, orang ini terus memaksa dan saya juga kekeh tidak mau menerima. Dan ini terus berlangsung sampai akhirnya menawarkan 1 asisten saja, dan saya juga bersikeras tidak mau… dan akhirnya memang hanya pakai 2 porter. Yeayyy… hahaha.

Untuk menaik cable car ini ada 2 phase. Dan saya hanya ambil yang hanya phase 1 saja. Dari phase 1 bisa lanjut ke phase 2 dengan tambahan biaya. Sampai di phase 1, kami kecewa karena salju belum ada sehingga tidak bisa bermain salju. Kami ditawarkan untuk naik phase 2, tetapi teman-teman merasa cukup di phase 1 saja. Begitulah, kami foto-foto sebentar di sekitar lokasi. Dan setelah puas foto-foto kembali lagi ke bawah dengan cable car. Dalam perjalanan pulang, kami mampir di toko “dry fruits” untuk membeli sedikit oleh-oleh.

Saat kami berada di India, cukup sulit untuk mendapatkan uang tunai. Akibat adanya peraturan pemerintah setempat yaitu pergantian uang lama pecahan 500 dan 1000 ditarik dari peredaran dan diganti dengan pecahan baru 500 dan 2000. Tetapi distribusi uang baru ini belum merata di India dan masih sangat sedikit, sementara uang lama sudah tidak berlaku lagi. Antrian panjangpun terjadi di semua ATM di India dan di bank. Untuk mengambil uang tunai di ATM pun di batasi per hari hanya rs2500 (tetapi yang keluar hanya 2000 saja karena yang 500 belum ada). Begitulah, saat saya di sana masih terlihat beberapa antrian di ATM walaupun tidak panjang seperti di minggu-minggu pertama. Lagi-lagi saya bersyukur atas kebaikan Tuhan, karena melalui supir kami, kami dibawa ke tempat money changer yang satu-satunya buka di Srinagar. Dan tempatnya cukup masuk ke dalam gang dan sempit. Benar-benar bukan kantor money changer yang selayaknya. Tetapi orang ini bisa menyediakan uang tunai sejumlah yang kami perlukan. Dan rate yang diberikan juga sangat bagus, yaitu 1USD = Rs65. Rate ini bagus baru disadari ketika tiba di Delhi, dimana ketika kami mau tukar dollar di hotel di kasih rate 1usd = rs60. Dan tidak ada money changer di Delhi yang buka karena memang tidak cukup uang tunai yang bisa mereka sediakan.

Di malam terakhir di Srinagar, setelah pulang dari Gulmarg, pemilik houseboat bernama Yakub, mengundang kami untuk merayakan ulang tahun anaknya yang bungsu yang bernama Zakaria, usia 4 thn. Kami datang ke rumah mereka yang terletak di belakang houseboat. Dalam ruangan, sudah dihiasi dengan balon-balon dan B’day Boy sudah memakai baju barunya. Disuguhi teh Kashmir dan kue ulang tahun. Sebelumnya kami semua (orangtua Zakaria, kakek nenek, paman bibi dan kakak-kakaknya) berkumpul dan menyanyikan lagi Happy Birthday :)… jadi terharu dengan kebaikan dan keramahan mereka. Undangan ini benar-benar menjadi “special moment” buat saya dan lainnya, karena bisa merasakan suasana kekeluargaan dari penduduk asli Kashmir, jadi seperti berada di keluarga sendiri. Feeling blessed 🙂

Empat hari berada di Kashmir dan tinggal bersama keluarga Kashmir rasanya terasa kurang, tapi apa daya bahwa kami harus berpisah juga karena rombongan kedua akan tiba di Delhi malam hari. Dan kami kembali ke Delhi dengan pesawat jam 12 siang. Lagi-lagi saya bersyukur kepada Tuhan karena penerbangan boleh take off sesuai jadwal (sedikit telat 15 menit) karena pagi hari itu kabut cukup tebal dan sehari sebelumnya dapat e-mail dari maskapai yang memberitahukan bahwa sewaktu-waktu penerbangan bisa delay bahkan cancel karena “bad weather”. Sampai ngga bisa tidur semaleman dan berdoa terus supaya diberikan cuaca yang bagus. Terima kasih Tuhan… Engkau sangat baik!

Tiba di Terminal 1 Indira Gandhi Airport dengan selamat, dan surprised… di jemput oleh supir yang sama waktu trip HOLI bulan Maret… hahaha. Padahal saya sama sekali tidak ada kontak-kontak dengan supir ini maupun dengan perusahaannya. Saya yakin sekali bahwa ini bukanlah kebetulan dan Tuhan sudah memilihkan yang terbaik untuk tour saya. Amin.

Untuk cerita tentang perjalanan tgl. 6-11 Desember bersama rombongan ke-2 akan dilanjutkan di Jilid 2 yaa…. foto-foto menyusul. Bisa lihat juga di Instagram & follow @tania_langitan

Ohya, bagi yang ingin ikut tour saya berikutnya di thn 2017, tersedia paket tour sbb:

  1. Golden Triangle in HOLI Festival tgl. 9-14 Maret (Delhi, Agra, Jaipur) dengan harga usd550/orang
  2. Mumbai, Goa, Bangalore, Mysore tgl. 15-24 Maret dengan harga usd650/orang
  3. Kashmir + Taj Mahal, tgl. 11-17 April dengan harga usd800/orang
  4. Ladakh RoadTrip, tgl. 23 Juni-2 Juli, dengan harga usd1150/orang
  5. Diwali Festival (Delhi, Agra, Jaipur, Varanasi, Kolkata) harga akan diinfo

Harga tidak termasuk tiket pesawat & visa (bisa dibantu pengurusannya). Sudah termasuk penginapan, makan (2x/hari), transportasi, tiket masuk wisata, antar jemput di bandara. Silahkan menghubungi saya langsung di 08170990708 (WA)

Happy Traveling!

flying to Srinagar with Vistara airlines
flying to Srinagar with Vistara airlines

 

 

 

 

 

 

 

Berpose di halaman airport Srinagar
Berpose di halaman airport Srinagar

 

Danau Nigen di pagi hari
Danau Nigen di pagi hari
Pagi-pagi sudah disambut dengan para tentara... sereeemm!
Pagi-pagi sudah disambut dengan para tentara… sereeemm!
Diajak berfoto pada ngeles semua... hehehe
Diajak berfoto pada ngeles semua… hehehe
Kota Srinagar
Kota Srinagar

srinagar-1

Di dalam taman Mughal.
Di dalam taman Mughal.
Bangunan di dalam taman Mughal
Bangunan di dalam taman Mughal
Ketemu cowok cakep di taman Mughal. Langsung ajak foto bareng :)
Ketemu cowok cakep di taman Mughal. Langsung ajak foto bareng 🙂
Bersama supir yang menemani kami selama tour Kashmir, Mr. Hamid
Bersama supir yang menemani kami selama tour Kashmir, Mr. Hamid
Welcome to Sonamarg
Welcome to Sonamarg

sonamarg1tl-sonamarg2tl-sonamargsonamarg2

Silahturahmi dulu sebelum ke Gulmarg bersama Gul-caca
Silahturahmi dulu sebelum ke Gulmarg bersama Gul-caca
Foto bersama
Foto bersama
Pemandangan dari atas Gondola - masih gersang dan belum ada saljunya
Pemandangan dari atas Gondola – masih gersang dan belum ada saljunya
Gulmarg
Gulmarg

gulmarg4

Sonamarg – The Meadow of Gold

Posted on Updated on

Sonamarg2_resize

Bila  traveling ke wilayah Kashmir India, pastikan untuk mengunjungi Sonamarg, sebuah kota kecil dengan panorama pegunungan yang sangat indah dan spektakuler. Benar-benar sangat indah, membuat anda terkagum-kagum dan merasa diri anda seperti sedang berada negara Swiss. Dan memang benar, wilayah Kashmir terkenal dengan sebutan “The Switzerland of Asia” dan Sonamarg sendiri dijuluki sebagai “Meadow of Gold”. Bila anda datang dari Srinagar, ibukota Kashmir anda hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam dengan melihat pemandangan cantik sepanjang jalan yang dijamin tidak akan membuat anda bosan dan mengantuk 🙂

Foto-foto dibawah ini adalah pemandangan di perjalanan menuju Sonamarg dari kota Srinagar. Pada saat saya berada di Kashmir,  bulan September dan Oktober adalah masa panen padi, sehingga banyak terlihat penduduk sedang menuai padi. Dan beberapa kali terlihat sekelompok orang-orang Gypsi berjalan kaki bersama dengan hewan-hewan peliharaannya. Menurut supir yang membawa saya saat itu mengatakan bahwa karena sekarang sudah masuk musim gugur, orang-orang Gypsi turun dari gunung dan mencari tempat-tempat di dataran rendah untuk mereka tinggal sampai musim dingin berakhir yaitu bulan Maret.

SM1_resize  SM2_resize  SM5_resize  SM3_resize

Tiba di Sonamarg saya langsung menyewa kuda poni untuk trekking menuju Thajiwas Glacier selama 3 jam. Sebenarnya untuk menuju ke sana bisa dilakukan berjalan kaki dan kebetulan jalan arah ke Thajiwas Glacier melewati hotel tempat saya menginap. Hanya saja siang itu matahari sangat terik, walaupun udaranya dingin dan cukup berangin. Disamping itu juga ingin merasakan naik kuda poni…hehehe…Foto-foto dibawah ini adalah pemandangan yang saya temui sepanjang jalan menuju Thajiwas Glacier.

SM10_resize  SM12_resize SM11_resize  SM13_resize

Masih dalam perjalanan menuju Thajiwas Glacier, saya sempat berhenti sebentar ketika melihat sebuah sungai dengan airnya yang jernih untuk mengambil beberapa foto. Menurut info dari pemandunya bahwa tempat-tempat yang saya lalui ini sering menjadi tempat pengambilan gambar untuk film-film Bollywood. Kalau melihat pemandangannya seperti ini memang tidak heran kalau menjadi tempat favorit film Bollywood 🙂 Wow banget deh…

SM16_resize  SM18_resize SM19_resize

Tiba di base camp kami berhenti untuk beristirahat dan ternyata memang hanya sampai disitu saja jalur trekkingnya. Tidak terlalu banyak turis yang datang di tempat itu. Dari sini terlihat lebih jelas Thajiwas Glacier yang berada dipuncak gunung. Puncak gunung tersebut selalu diselimuti oleh salju walaupun sedang tidak musim salju seperti pada saat saya datang.

SM20_resize TL_sonamarg1_resize SM14_resize SM21_resize

Saya menyewa kuda poni selama 3 jam seharga Rs2000 untuk 2 orang ditambah tip untuk pemandunya Rs200. Seharusnya bisa kurang dari itu, karena keesokan paginya ketika sedang berjalan-jalan ada yang menawarkan kuda poni. Iseng-iseng saya tanya berapa harga sewanya, dia menjawab Rs1600 untuk berdua 🙂

Incredible India: Nigen Lake – Srinagar, Kashmir

Posted on Updated on

NL26

Srinagar, adalah ibukota wilayah Jammu & Kashmir di India Utara – terkenal dengan taman-taman bunganya yang luas dan dipenuhi aneka warna bunga-bunga cantik, danau Nigen dan danau Dal; dan rumah-rumah perahu yang bersandar di tepi danau.

Ketika berkunjung ke kota tersebut, udaranya sangat bersahabat. Cuaca setiap hari cerah dengan angin dingin berhembus sepoi-sepoi. Saya berada di kota tersebut dari tanggal 22 – 27 September. Inilah tempat persinggahan yang paling lama dari kota-kota lainnya di India yang saya singgahi. Sengaja memang saya jadwalkan 5 hari berada di daerah Kashmir karena saya melihat di website banyak tempat-tempat yang mempesona di daerah Kashmir. Apalagi bulan September ini sudah masuk musim gugur (Autumn) dan saya melihat daun-daun sudah mulai berganti warna menjadi kuning keemasan. Benar-benar sangat indah.

Untuk masuk ke kota Srinagar, saya naik pesawat dari kota New Delhi. Bisa juga dengan kereta api, tetapi kereta api api hanya berhenti di kota Jammu dan harus sambung lagi dengan bus atau taksi yang akan memakan waktu sekitar 9-11 jam.

Selama berada di Srinagar, saya tentu saja menginap di “Houseboat”, yaitu perahu besar yang didalamnya terdapat kamar tidur, kamar mandi, ruang makan, ruang tamu untuk bersantai dan teras untuk menikmati disekitar danau. Perahu ini umumnya bisa terdiri dari 2 sampai 3 kamar dengan kamar mandi dalam. Soal makan, pihak Houseboat akan menyajikan masakan rumahan, yaitu masakan daerah Kashmir. Tapi sebelumnya mereka akan menanyakan kepada kita apakah mau dimasakin menu India atau tidak. Karena mereka juga bisa memasak makanan internasional seperti western atau chinese. Tetapi jangan membayangkan rasanya seperti makanan Cina asli ya… hehehe. Dan untuk masakan tersebut kita harus bayar, tetapi harganya sangat wajar untuk 3 macam masakan plus nasi. Beruntung lidah saya masih cocok dengan masakan-masakan mereka 🙂

NL32

Nah, di Srinagar ini terdapat 2 danau besar, yaitu “Nigen Lake” dan “Dal Lake”. Saya memilih tinggal di Nigen Lake karena menurut saya Dal Lake sudah terlalu ramai dan komersil, sementara Nigen Lake belum terlalu banyak Houseboat sehingga berada di danau ini benar-benar terasa damai dan pemandangannya pun juga lebih indah. Danau Nigen memang sedikit agak jauh jaraknya dari pusat kota, tetapi hal itu tidak menjadi masalah buat saya 🙂

NL1 NL5 NL22 NL16

Untuk menuju Houseboat tempat saya menginap, saya harus naik perahu kecil yang di sebut dengan “Shikara”. Jarak dari pangkalan Shikara ke Houseboat hanya sekitar 150 meter. Danau ini banyak ditumbuhi dengan bunga teratai dan di dalam danau itu sendiri banyak rumput-rumput seperti rumput laut. Menurut informasi dari pemilik Houseboat, rumput-rumput tersebut dapat diolah sebagai obat herbal untuk kulit wajah, obat tenggorokan dan obat sakit perut.

Shikara's Jetty
Shikara’s Jetty

Untuk menikmati pemandangan alam danau Nigen, kita bisa menyewa Shikara yang lama sewanya tergantung permintaan penumpangnya. Bisa setengah jam, 1 jam, 2 jam atau lebih. Waktu itu saya menyewa hanya 1 jam saja, karena menurut saya lumayan cukup mahal harga sewanya, untuk 1 jam dikenakan 400 rupee 🙂 Shikara tersebut lebih enak kalau dimuati oleh maksimum 2 orang, karena bentuk tempat duduknya seperti balai-balai. Jadi penumpangnya bisa selonjoran atau tiduran.

NL24 NL14 NL9

Panorama di saat matahari terbenam dan burung-burung (selain bebek) yang saya lihat dan yang dapat saya abadikan gambarnya adalah seperti dibawah ini

sunset     NL33

Suasana kota Srinagar pada saat itu aman terkendali, walaupun pada saat itu banyak polisi dan tentara berjaga-jaga di setiap sudut jalan dan kota. Bahkan sekali-sekali lewat truk-truk tentara lalu lalang. Wilayah Kashmir boleh dibilang mulai banyak didatangi para turis sejak 6 tahun terakhir karena wilayah tersebut sudah cukup aman. Sejak 20 tahun terakhir, antara Pakistan dan India tidak bersengketa soal wilayah hal itu dikarenakan sering diadakan negosiasi-negosiasi yang cukup alot yang sampai saat inipun masih tetap dilakukan. Hal ini untuk menjaga stabilitas keamanan kedua belah pihak. Dan tentu saja untuk para pelancong seperti saya…:)

Cheers,