TRAVEL TIPS

What I wish people had told me before I planned my first backpacking trip.

Posted on Updated on

A good article to those who like traveling on solo backpacker. Very useful!

Bemused Backpacker

(Or in other words, what advice I would give to first time backpackers!)

Gap year I give a lot of practical tips and advice on these pages on how to backpack and travel the world independently, how to deal with the hows and whys; but in all the emails people write and questions that I get asked, people always have the same common worries that go beyond the logistics. Of all the fears and doubts faced by first time backpackers or those setting out on their travels for the first time, there are always the same common themes, the same patterns that everyone follows, the same mistakes almost every first time backpacker makes.

There is so much more to planning a backpacking trip than simply walking you through the logistics of how to do it. It doesn’t matter whether you are planning a year long RTW gap year or a short…

View original post 1,653 more words

Article: 40 free things to do in New York City

Posted on Updated on

40 free things to do in New York City

http://www.lonelyplanet.com/usa/new-york-city/travel-tips-and-articles/76493

Posted from WordPress for Android

Travel Tips: Things Should To Know When Backpacking In India

Posted on Updated on

Masih ragu untuk berpergian ke India ala backpacker? Beberapa hal dibawah ini mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memantapkan niat anda traveling ke India. Ini adalah pengalaman saya sendiri secara langsung ketika backpacking ke India selama 25 hari, tepatnya 23 hari karena yang 2 hari adalah waktu perjalanan dengan pesawat pulang dan pergi. Selama 23 hari berada di Negara yang penduduknya terpadat di bumi ini banyak hal-hal lucu yang saya alami yang membuat saya terheran-heran, terperangah, menyebalkan tetapi akhirnya tertawa sendiri. Apa saja yaa… yuk simak! 1. Serba lama. Apa nih maksudnya? Pengalaman saya selama di sana (dan menurut saya), apa-apa semua serba lama prosesnya. Mulai dari mengurus visa on arrival dibandara ketika sampai di Kolkata memerlukan waktu lebih dari 1 jam padahal penumpang yang mengurus VOA saat itu hanya 2 orang saja. Pesan makanan di hotel atau restoran, ini kadang-kadang bisa lebih dari 30 menit padahal makanan yang di pesan tidak banyak. Sebaiknya pesan makanan jangan pada saat perut lapar sekali, bisa frustasi deh…hehehe. Menukar uang di money changer di bandara Kolkata, lumayan ribet… ngga cukup paspor saja yang diperlihatkan, tapi harus isi formulir segala. Membeli 1 macam barang di toko farmasi, saya lupa barang yang saya beli, tapi inget banget cuma beli 1 macam aja lamanya minta ampun. Makan waktu 15 menit sampai saya keluar dari toko tersebut padahal saya sudah bayar, tapi mereka minta alamat dan nomor telepon segala, kemudian kasirnya harus minta persetujuan dari manajer toko. Saya ngga tahu juga apa karena saya ini turis maka prosesnya jadi panjang. Tapi begitulah yang saya alami. Memang tidak semua prosesnya sampai demikikan lama. Tetapi asal tau aja, kalau untuk turis proses yang dilakukan lebih banyak dan panjang sehingga terasa sangat lama. So, untuk yang satu ini harus banyak bersabar yaa… hehehe 🙂 Catatan Penting: ada peraturan terbaru mengenai pengajuan visa India. Bahwa mulai tahun 2015, pengajuan Visa On Arrival wajib mengajukannya melalui online visa dengan link ini https://indianvisaonline.gov.in/visa/tvoa.html Artinya, kalian tidak lagi bisa datang langsung ke bandara untuk mengurus visa on arrival. Jadi, pastikan bila kalian ingin menggunakan VOA untuk masuk ke India, tetap harus mendaftar dulu via online.

2. Larangan Photo di Tempat Umum. Nah ini cukup menjengkelkan buat saya. Paling ngga asyik kalau traveling tapi ngga bisa motret karena ada larangan. Masa ngga ada kenang-kenangannya ya ngga… 🙂 Tapi begitulah kenyataannya bila berada di India. Beberapa kali saya ditegur oleh petugas untuk tidak boleh memotret. Bahkan ada yang mendatangi saya dan meminta untuk menghapus foto-foto yang sudah saya ambil sebelumnya… hah?! yang bener ajaa… Tempat-tempat yang saya ketahui dilarang berfoto adalah di metro subway, taman dan stasiun kereta api padahal tempat-tempat ini yang paling sering saya datangi. Kalau mau nekat sih bisa saja, karena membawa kamera ke tempat tersebut tidak di larang. Kecuali di metro subway (bawah Tanah) sebaiknya jangan coba-coba memotret ya, karena saya lihat banyak di pasang kamera cctv. Kalau tempat lainnya masih bisa curi-curi. Maaf, saya bukan ngajarin yang buruk… 🙂 Kalau di Kolkata, jembatan Howrah salah satu tempat yang dilarang. Saya sempat diteriakin sama petugasnya dan meminta hapus foto-fotonya. Kebetulan foto-foto yang saya perlihatkan yang jelek-jelek hasilnya alias burem. Sementara yang bagus masih tersimpan dengan aman…hehehe ND1  Howrah1 3. Air minum gratis di tempat umum. Ini banyak sekali ditemui yang memang sudah disediakan oleh pemerintah untuk rakyatnya. Dan saya tidak merekomendasikan untuk kalian mencobanya. Tapi kalau mau di coba ya silahkan saja asal tanggung sendiri resikonya ya… 🙂 Karena saya melihat tempat maupun kerannya banyak yang sudah kotor. Saya yakin kalian pasti juga tidak mau mencobanya. Drinking   Drinking2 4. Jajanan di pinggir jalan. Sama seperti halnya di Indonesia, di India banyak sekali tukang jual makanan di pinggir jalan. Saya tidak bilang untuk tidak merekomendasikannya, karena saya pernah membeli makanan di pinggir jalan beberapa kali dan saya tidak mengalami sakit perut atau apapun. Yang perlu diperhatikan adalah kebersihan tempatnya. Dan saya memilih tempat yang cukup ramai dikunjungi oleh orang-orang kantoran karena saya yakin makanannya pasti enak dan murah pula 🙂 Biasanya tukang jualan makanan menyediakan air minum gratis, tetapi tidak menyediakan gelas. Hahaha…heran ya 🙂 iya, pengunjung minum langsung dari tekonya tapi ujung teko jangan kena mulut ya…namanya juga air minum gratis jadi ya “Mira” deh alias milik rame-rame… hahaha. Mending bawa minum sendiri saja. (Foto dibawah ini yang sebelah kiri, teko warna hijau adalah air minum gratis “mira”) Food st4 Food st2 5. Sediakan Tip. Ini beberapa kali saya alami dan merasa terkecoh terutama dalam hal jasa. Misalnya, ketika saya menyewa mobil plus supir selama sehari penuh. Harga sudah disepakati sekian. Nah, setelah selesai si supir akan minta tip apalagi kalau dia merasa sudah memberikan servis terbaiknya seperti memberikan informasi tentang tempat-tempat wisata yang saya kunjungi dan informasi lainnya. Begitu juga waktu di Sonamarg ketika menyewa kuda poni dan selama naik kuda dipandu oleh pemiliknya. Ketika sudah selesai, pemandu kuda akan minta tip. Dan ini diluar harga sewa kuda poni. Awal-awalnya sebel banget, tapi ini rupanya memang hal yang umum berlaku di India di mana saja dalam hal pemberian jasa. So, kalau sewa barang beserta orangnya (terutama jasa), siap-siap sediakan tip ya… saya biasa suka kasih antara 200 – 300 rupee. Kalau memang servisnya bagus banget, orangnya ramah dan memuaskan saya rela kasih lebih. Tapi 300 rupee itu udah termasuk banyak loh… Ada juga yang rada ngeyel, udah servisnya ngga ok di kasih 300 rupee masih minta nambah… ya saya tinggal aja langsung tanpa say good bye 🙂 (sementara di belakang orangnya ngomel-ngomel…hahaha) 6. Menawar Barang. Buat yang senang belanja, nawar barang di India hampir sama seperti di Indonesia. Harus berani nawar lebih dari setengah harga. Tapi mereka tidak marah kalau kita nawar harganya miring banget. Penjual-penjual disana pinter banget ngerayunya, luar biasa deh… nah, kita juga harus super tega. Kalau harga yang kita minta tidak di kasih juga, sebaiknya jangan terpaku di satu toko karena barang tersebut banyak dan mudah di dapat di toko lainnya. Begitu anda melangkah keluar dari toko, di jamin penjualnya akan memanggil anda. Tetapi begitu anda balik, si penjual masih kekeh sama harganya dia… paling-paling cuma kurang dikit… hahaha. Jadi ya terserah anda aja… 🙂 Happy Shopping! shopping1  shopping2 7. Kepo alias pengen tahu tapi suka di foto. Banget deh… dimana saja saya berada semua orang di sekitar saya akan memandang saya dengan herannya. Alien kaliii… 🙂 Karena saya suka fotografi dan membawa kamera kemana-mana maka mereka akan berhenti dan melihat apa yang saya foto. Dan juga ngintip hasil foto saya… hahaha. Nah, beberapa kali diantaranya malah minta di foto. Kalaupun tidak ada yang meminta dan tau saya mengarahkan kamera saya ke mereka maka langsung deh berganti gaya…halah! narsis1  narsis2 narsis3 8. Perlu belajar bahasa India dan memakai baju India? Ngga ada keharusan koq. Pengalaman saya selama di sana, kalau kita bisa sedikit bahasa Hindi dan memakai baju India, akan membuat mereka respek dan lebih ramah terhadap kita. Tentu saja akan banyak menolong kita pada saat kita membutuhkan sesuatu atau bertanya arah jalan. Saya lebih sering memakai baju India selama di sana, selain memang menyukainya juga menjadi lebih merasa sama dengan orang-orang lokal. Mereka baru “ngeh” kalau saya turis pada saat saya mulai memotret…yaah, mau bagaimana lagi 😦 Belajar bahasa India (Hindi) pun terbatas seperti ucapan halo, selamat pagi, apa kabar dan terima kasih. Tapi mereka sangat senang kalau kita menyapa mereka dengan Namaste (Hello). Jadi, tidak ada salahnya kan bisa sedikit berbahasa Hindi selama di sana. Percaya deh, mereka akan welcome dengan kita 🙂 9. Menggelengkan kepala. Nah iniii….sudah pasti tau kan kalau berbicara dengan orang India kepalanya pasti suka goyang-goyang ke kiri kanan 🙂 Saya suka geli sendiri kalau saat berbicara dengan mereka melihat kepala mereka goyang-goyang…kadang jadi ngga fokus sama pembicaraan…hahaha. Satu hal yang perlu diketahui adalah pada saat mereka menjawab “ya”, mereka akan menggelengkan kepala mereka. Artinya bila kita bertanya sesuatu (ini yang sering saya alami), misalnya menawar tuktuk, dan mereka hanya menjawab dengan menggelengkan kepala itu artinya mereka setuju dengan harga yang kita tawarkan. Nah, saya sering kali lupa dengan kebiasaan mereka ini, sehingga sering menyangka kalau artinya adalah tidak. Akibatnya mereka jadi bingung sendiri dan sayapun ikut bingung…hahaha. 10. Air di sana kurang bagus. Maksudnya disini adalah air untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari. Karena saya selama hidup selalu memakai air tanah yang bening, maka begitu mandi di India langsung merasa beda banget. Cuci rambut pakai air disana, rambut saya kasar bukan main 😦 Air untuk kebutuhan sehari-hari di India disediakan oleh pemerintah. Selama di sana, hanya di Sonamarg, saya benar-benar bisa merasakan air yang sama seperti di rumah. Karena airnya langsung dari gunung tapi dinginnya ampun deh, seperti air es…hehehe. Beberapa kosa kata sederhana dalam bahasa India: Hello = Namaste Selamat pagi = suprabhat Apa kabar = Aap kaisey hain Kabar baik, terima kasih (I’m fine, thank you) = mein theek hoon, shukriyaa Terima kasih = shukriyaa, meharbani Happy Traveling! Related Links

Travel Tips: Stretch Your Budget When Travelling

Posted on Updated on

Pernah mengalami over budget ketika travelling? Saat pulang ke tanah air tagihan kartu kredit membengkak, atau tabungan di rekening menyusut drastis 🙂 Nyesek banget rasanya kan? Macam-macam kejadian yang menyebabkan anggaran yang sudah kita perkirakan ternyata meleset cukup jauh ketika sedang menikmati perjalanan liburan. Mungkin anggaran belanja alias shopping adalah yang paling tinggi over budgetnya 🙂

Nah, bagaimana caranya untuk dapat menekan biaya travelling agar anda dapat menikmati travelling-travelling berikutnya? Beberapa pengalaman saya sendiri dari beberapa kali travelling ke luar negeri akan saya bagikan kepada para traveller dan pembaca blog saya.

1. Mencari penginapan yang ada fasilitas dapur untuk memasak. Penginapan yang ada fasilitas ini biasanya apartemen, dan pada waktu mengikuti suami travelling ke Melbourne, Australia selama 7 hari saya menginap di “Oaks on Londsdale”, di Londsdale Street.  Australia boleh dibilang termasuk mahal untuk soal makanan, apalagi kalau makan di restoran. Tetapi bahan-bahan makanan seperti susu, mentega, roti, telur, cukup murah harganya. Maka saya membeli bahan-bahan makanan tersebut untuk sarapan, makan siang (untuk saya sendiri) dan makan malam. Untuk harga bahan-bahan tersebut saya lupa berapa, tetapi saya ingat beli kue muffin isi 4, susu, telur 6 butir, mentega, sosis dan kentang goreng yang harganya tidak lebih dari AUD20. Dan saya juga beli 1 ekor roasted chicken. Itu semua untuk konsumsi 3 hari. Jauh berhemat dengan cara seperti ini dibandingkan membeli makanan untuk setiap kali makan. Kalaupun saya ingin makan di luar (biasanya makan malam), saya memilih 1 menu dan suami saya juga memilih 1 menu. Tau sendiri porsi orang bule kalau makan sangat banyak.

Catatan: Bagusnya kalau tinggal di apartemen lebih dari 2 orang, atau minimal 2 orang, sehingga biaya makan dan penginapan bisa sharing dan harganya akan jadi lebih murah 🙂 Buat yang solo traveller, bisa cari penginapan yang “home stay”, artinya menginap di rumah penduduk. Selain murah, dan kita bisa masak sendiri di rumah tersebut.

Mel4  Mel1

Pork Steak & Salad, menu untuk berdua
Pork Steak & Salad, menu untuk berdua

2. Carilah penginapan yang mudah dijangkau transportasinya. Misalnya dekat dengan subway, metro train, shuttle bus. Ini tentu saja akan memudahkan kita untuk jalan-jalan ke tempat yang cukup jauh bila dengan berjalan kaki. Ketika di Melbourne, penginapan saya dekat dengan subway, cukup berjalan kaki kurang dari 5 menit. Bahkan persis di depan pintu keluar apartemen ada shuttle bus. Untuk mendapatkan penginapan yang dekat  dengan transportasi umum, rajin-rajinlah browsing di internet terutama di website yang menawarkan bookingan hotel. Anda juga perlu membaca review dari orang-orang yang pernah menginap di hotel tersebut. Biasanya saya mencari penginapan yang ratingnya di atas 7, baru kemudian lihat harga dan lokasi.

Mel2  Mel3

3. Cari tiket pesawat yang menawarkan promo. Ini juga akan mempengaruhi kondisi budget kita. Semakin murah harga tiket yang di dapat maka akan membuat kita merasa aman untuk travelling. Artinya, budget tiket bila ada kelebihannya bisa dialihkan untuk budget yang lainnya alias bisa shopping….hehehe 🙂 Sekarang ini sudah banyak maskapai penerbangan yang berbasis “Low Cost”. Berarti semakin banyak kesempatan untuk para traveller melakukan travelling, iya kan? Mereka berlomba-lomba menawarkan harga promo, ada yang setiap jumat memberikan harga lumayan miring. Maka, daftarkanlah diri anda di website penerbangan tersebut agar anda mendapat informasi lebih dulu bila ada harga promo dari mereka 🙂

Related Links

Protected: Article: How to Stretch a Budget to See (More of) the World

Posted on Updated on

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Article: 40 free things to do in New York City

Posted on Updated on

Are you travelling to New York on this summer? Read this article before you go. It could be saving your money :).
Lonelyplanet helps you to guide the 40 free things to do in New York City
Happy Travelling!

http://www.lonelyplanet.com/usa/new-york-city/travel-tips-and-articles/76493

Negara Bebas Visa Bagi Warga Negara Indonesia

Posted on Updated on

Dibawah ini informasi mengenai negara-negara yang membebaskan pengurusan dan biaya Visa maupun yang sifatnya Visa On Arrival (VOA)

A S I A :

1. Brunei: BEBAS VISA dengan masa berlaku 14 hari.
2. Cambodia : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari.
3. China : Visa on Arrival (VOA) hanya berlaku untuk perjalanan ke Propinsi Hainan dan di organisir oleh agen perjalanan.
4. Hong Kong : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari.
5. India : VOA – US $60.00 untuk masa laku 60 hari.
6. Iran : VOA – € 55.00 untuk masa berlaku 2 minggu dan masuk melalui 6 pintu perbatasan saja.
7. Jordan : VOA – US $30.00 untuk masa berlaku 1 bulan.
8. Kyrgyzstan : VOA – US $ 30.00 khusus untuk negara-negara yang tidak memiliki perwakilan Kyrgystan (termasuk Indonesia).
9. Laos : BEBAS VISA untuk masa berlaku 30 hari.
10. Macao : BEBAS VISA untuk masa berlaku 30 hari.
11. Malaysia : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari.
12. Maldives : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari
13. Myanmar : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari (mulai berlaku sejak Mei 2014)
14. Nepal : VOA untuk masa laku 150 hari dalam satu tahun fiscal.
VOA fee: 15 hari – US$25,  30 hari – US$40,  90 hari – US$100
15. Oman : VOA – $ 50.00 untuk masa berlaku 30 hari.
16. Pakistan : VOA hanya untuk keperluan bisnis saja.
17. Philippines : BEBAS VISA dengan masa berlaku 21 hari.
18. Singapore : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari.
19. Sri Lanka : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari.
20. Taiwan : BEBAS VISA dengan masa berlaku selama 90 hari dengan kondisi memiliki residence permit dari negara-negara: Inggris, AS, Jepang, Australia, New Zealand dan Schengen.
21. Tajikistan : VOA – US $ 45.00 untuk masa berlaku 30 hari. Visa ini bisa diperoleh di bandara Dushanbe dengan menunjukkan surat undangan (dari hotel atau sponsor lokal).
22. Thailand : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari bila masuk melalui pesawat udara dan 15 hari bila melalui jalan darat
23. Timor Leste : VOA – US $30.00 untuk masa berlaku 30 hari.
24. Vietnam : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari.

O C E A N I A :

1. Cook Island : BEBAS VISA dengan masa berlaku 31 hari.
2. Fiji : Visa on Arrival (VOA) – FJ$ 96.00 untuk masa berlaku 90
hari, sekali masuk dalam satu tahun fiscal.
3. Micronesia : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari.
4. Niue : VOA untuk masa berlaku selama 30 hari.
5. Palau : BEBAS VISA selama 3 bulan pertama dan akan dikenakan biaya bila dipanjangan.
6. Papua New Guinea : VOA
7. Samoa : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari.
8. Tuvalu : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari s/d 90 hari.

A F R I K A :

1. Cape Verde : Visa on Arrival (VOA) – € 40.00
2. Comoros : VOA – US$ 100.00 untuk masa berlaku 90 hari.
3. Ethiopia : VOA – US$ 20.00 untuk masa berlaku 30 hari.
4. Kenya : VOA – US$ 100.00 untuk masa berlaku 90 hari.
5. Madagascar : VOA – US$ 15.00 untuk masa berlaku 90 hari.
6. Morocco : BEBAS VISA dengan masa berlaku 90 hari.
7. Mozambique : VOA untuk masa berlaku 30 hari.
8. Seychelles : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari.
9. Tanzania : VOA – US 50.00 untuk masa berlaku 90 hari.
10. Zimbabwe : VOA – US 30.00 untuk sekali kedatangan
11. Zambia : VOA untuk masa berlaku 30 hari

A M E R I K A :

1. Bermuda : BEBAS VISA dengan masa berlaku 180 hari.
2. Chile : BEBAS VISA dengan masa berlaku 90 hari.
3. Costa Rica : BEBAS VISA selama 30 hari bagi yang pernah ke USA, Canada dan Schengen.(ada stamp di Passport).
4. Colombia : BEBAS VISA dengan masa berlaku 90 hari.
5. Cuba : BEBAS VISA selama 30 hari dengan syarat memiliki tourist card yang dibeli sebelum berangkat.
6. Ecuador : BEBAS VISA dengan masa berlaku 90 hari.
7. Haiti : BEBAS VISA dengan masa berlaku 90 hari.
8. Jamaica : BEBAS VISA selama 180 hari, khusus bagi WNI yang memiliki residency permit di Amerika Serikat saja.
9. Mexico : BEBAS VISA bila sudah memiliki Visa Amerika Serikat
10. Peru : BEBAS VISA dengan masa berlaku 180 hari.
11. Saint Vincent : BEBAS VISA dengan masa berlaku 30 hari.

E R O P A :

1. Albania : BEBAS VISA khusus bagi pemegang Schengen Visa.
2. Andora : BEBAS VISA dengan masa berlaku 7 hari.
3. Belarus : VOA untuk masa berlaku 10 hari, hanya berlaku pada Minks Airport saja.
4. Georgia : BEBAS VISA hanya untuk pemegang Residence Permit di USA, Negara Schengen, Korea, Qatar, Sultanate of Oman, Bahrain dan Kuwait dan berlaku selama 360 hari. VOA – US$ 25 untuk masa berlaku 30 hari
5. Turkey : VOA – US$ 25.00 untuk masa berlaku 30 hari
6. Serbia : BEBAS VISA khusus pemegang Passport Diplomatik.

KETERANGAN :
Visa on Arrival (VOA) : kita dapat langsung datang ke negara tujuan, anda akan memperoleh visa setelah membayar sejumlah biaya pada counter visa di pelabuhan udara atau titik embarkasi yang sudah ditentukan.
Bebas Visa : anda dapat langsung datang ke negara tersebut dan akan mendapatkan visa di counter imigrasi tanpa harus membayar biaya visa.

Yang perlu diperhatikan :
Masa berlaku Passport minimum 6 bulan dari tanggal kedatangan anda.
Biasakan membawa pasphoto 3×4 atau 4×6, terkadang dibutuhkan.
Data diatas dikumpulkan dari berbagai sumber, bisa saja data tersebut bertambah banyak atau malah berkurang, semua tergantung dinamisasi situasi politik dunia serta hubungan bilateral antar negara. Ada baiknya sebelum bepergian anda mengecek ulang.

Happy Travelling!

For more another information about travelling, follow @SmarTravler

Maps from South East Asia countries
Maps from South East Asia countries