AUSTRALIA

What I Found Around Flinder Street, Melbourne

Posted on Updated on

This is my first visit to Melbourne. While my husband was in the training class, I intend to take a walk around the city of Melbourne on foot. But before exploring the city I think it’s good to look for the right resources to find places where I can just go on foot 🙂

Okay, after breakfast I came out of the apartment located in Londsdale Street. I walk slowly towards Flinder Street via Spring Street. The air was quite cool and the sun was shining with brightful. I passed a lot of cafes and restaurants that offer a full breakfast menu; and the office pretty much come to a full breakfast in the cafes although I have seen some people have only black coffee while reading the newspaper. I do not know the habits of people here that sit in the cafe if allowed to linger, chatting or after the coffee runs out and then have to go? Unlike the habit of Indonesia, which is when it’s in a cafe or restaurant can sit for hours while chatting although the menu is ordered only drinks alone 🙂

Not long after I was already at Flinder Street, I turn right and the  Federation Square can be seen. I crossed the street so I was on the left side of the road. Actually I just followed the map of Melbourne that I took when arriving at the railway station and the map is very simple and easy to follow 🙂

Flinder St2  Flinder St

 

At Federation Square, I entered the building of Melbourne Tourism Centre.  The building of Federation Square I think is modern minimalist style and asymmetrical. From Federation Square, I can see St. Paul’s church, that was completed in January 1891. There is a Flinder Street railway station, the station said to be the most crowded and busy city of Melbourne.

Flinder St7   Flinder St5 Flinder St4

Meanwhile in the middle of the pitch Federation Square looks a lot of people who were sitting back and not long after came a group of men consisting of 3 persons who then began performing as a circus attraction. Riding a bicycle wheel 1, throwing 3 or 4 pin and accompanied by music. And finally, more and more people coming to see the attraction, and unwittingly makes a half-circle.

Flinder St3  Flinder St1

Well … sunny morning in the city of Melbourne, beginning with an atraction  in Federation Square. And I continued walking towards Flinder Street station 🙂

Happy Traveling!

 

 

 

 

 

Advertisements

Melbourne: Queen Victoria Market

Posted on Updated on

Vic-market1melb

Bila anda ingin mencari oleh-oleh untuk teman, saudara dan kerabat anda bisa datang ke Queen Victoria Market. Pasar ini merupakan salah satu tempat di kota Melbourne yang menyediakan barang-barang dengan harga lebih murah dibandingkan tempat lainnya. Lokasinya berada di antara Queen Street, Victoria Street dan William Street.

Anda bisa mendapat berbagai macam-macam suvenir, seperti: tempelan kulkas, gantungan kunci, t-shirt bergambar ikon Australia, bumerang, kerajinan tangan khas Aborigin, sepatu boot, jaket, scarf, dan lain-lain. Tidak hanya menjual suvenir saja, tetapi seperti layaknya pasar moderen juga ada pasar daging, sayur-mayur dan aneka makanan. Sehingga bukan saja para turis yang datang ke pasar ini tetapi penduduk lokal pun juga belanja untuk kebutuhan sehari-hari mereka datang ke tempat ini.

Tempat ini wajib dikunjungi bila anda traveling ke kota Melbourne.

Happy shopping!

Cute Koalas and Big Kangoroos @ Wildlife Currumbin Sanctuary, Gold Coast

Posted on Updated on

Siapa sih yang bisa menolak kalau ada yang mau bayarin masuk ke “Wildlife Currumbin Sanctuary” untuk melihat binatang Koala dan Kangguru? 2 jenis binatang yang belum pernah saya lihat secara langsung dalam hidup saya. Selama ini hanya bisa melihat di gambar-gambar, majalah atau acara televisi. Jauh-jauh hari sebelum datang ke Australia, salah satu item dalam deretan daftar yang “wajib” dilihat atau dikunjungi bila ke Australia adalah Koala dan Kangguru. Ibarat dibelikan es krim favorit yang sudah lamaaaa sekali ngga ngerasain, kira-kira begitulah perasaan saya waktu itu ketika Tante saya yang tinggal di Gold Coast mengatakan bahwa Isaboe akan datang dari Brisbane untuk mengantar dan menemani saya  melihat Koala dan Kangguru. Cihuy banget deh rasanya…. 🙂

Jalan seperti tak ada ujungnya…kapan sampainya ini? 40 menit mengendarai sedan biru milik Isaboe terasa sangat lama dan membosankan. Ketika melihat ada tulisan di papan petunjuk “Wildlife Currumbin Sanctuary” rasanya lega, berarti sebentar lagi sampai di tujuan…hehehe, soalnya sudah tidak sabar lagi melihat 2 jenis binatang tersebut. Apalagi kami berangkat dari rumah sudah terbilang cukup sore, sekitar jam 4. Kami tiba di lokasi sudah hampir menunjukkan pukul 5, dan Currumbin tutup jam 6 sore :(.

Untungnya binatang Koala yang mau dilihat tidak perlu berjalan kaki terlalu jauh. Setelah membayar tiket masuk, berjalan beberapa meter sudah langsung bisa melihat binatang yang pemalu ini. Dan persis di sebelahnya ada counter yang menawarkan paket foto bersama Koala, langsung deh saya mendaftarkan diri. Saya lupa berapa harga-harga yang ditawarkan untuk setiap paketnya. Seingat saya ada 3 jenis paket yang di tawarkan. Saya ambil paket 1 buah foto + 2 buah gantungan kunci. Koala yang saya gendong namanya Abby (betina). Sebelum disodorkan ke saya, petugasnya yang berseragam warna coklat dengan bawahan berupa celana pendek warna coklat tua memberikan pengarahan bagaimana saya harus menggendong Abby. Saya harus berdiri di tempat yang sudah disediakan. Kemudian tangan kanan saya dengan posisi yang lebih rendah dari tangan kiri dengan telapak terbuka, persis seperti mau menggendong bayi usia 6 bulan. Oooh…ternyata ngga boleh sembarangan menggendong Koala ya, karena Koala ini akan otomatis mencengkeram tubuh kita pada saat dia menggelayut di tubuh. Maka supaya tidak sampai terluka akibat cengkeramannya, pantat Abby harus berada di telapak tangan kanan saya sehingga kedua kakinya tidak mencengkeram tubuh saya. Bulunya tebal, tidak kasar tapi juga tidak halus. Sebenarnya ingin peluk Abby lebih erat, karena binatang ini menggemaskan tapi takut nanti Abby berontak terus tiba-tiba mencakar wajah saya….waah, bisa repot urusannya 🙂

Koala1 Koala8 Koala6 New Koala

Selesai foto-foto, saya dan Isaboe langsung mencari tempat Kangguru. Berhubung waktunya tinggal sedikit maka saya tidak berminat lagi untuk melihat-lihat binatang lainnya. Takut keburu tutup nih…Currumbin Sanctuary ini rupanya berada persis di pinggir jalan “highway”, dan lokasi kangguru ada di seberangnya sehingga kami melewati terowongan yang persis dibawah jalan tersebut, alias nyeberang jalan :). Sampai di lokasi kami disambut petugas pria yang kira-kira usianya sudah hampir 60 tahun atau lebih. Karena pengunjung sudah tidak ada lagi kecuali hanya kami berdua, petugas tersebut langsung mengajak masuk ke dalam sekawanan kangguru. Wooowww…..kanggurunya besar-besar, seukuran manusia, bahkan bisa lebih tinggi lagi kalau mereka sedang berdiri. Saya langsung terbayang kangguru yang menggunakan sarung tangan boxing yang pernah saya lihat di film kartun….hihihihi. Lucu banget tingkah laku mereka. Kalau dilihat lebih lama mereka persis seperti manusia. Gaya mereka tiduran atau bersantai benar-benar seperti manusia yang lagi berjemur di pantai.  Kanggurunya jinak-jinak… saya bisa membelai mereka dan memberi makan langsung menyodorkan di mulut mereka. Saya sempat memotret anak kangguru yang mau masuk ke dalam kantong perut induknya. Lucu sekali melihat anak kangguru yang sibuk mengorek-ngorek perut induknya, padahal anak kangguru tersebut sudah besar, menurut saya….hehehe 🙂 (foto ada di bawah artikel ini)

Puas rasanya setelah melihat langsung binatang koala dan kangguru. Ngga sia-sia travelling saya ke Australia. Belum tahu kapan bisa datang lagi ke negara ini. Makanya sekali datang harus pergi ke tempat-tempat yang ngga bisa ditemui di Indonesia, salah satunya ya ini…koala yang lucu dan kangguru berbadan besar. Wow…amazing!

Terima kasih kepada Tante Ellen dan Isaboe yang sudah berbaik hati mengantar dan menemani saya ke tempat ini, Wildlife Currumbin Sanctuary, Gold Coast. Love you both! Mmmuuaahh….

Kangro7 Kangro8 Koala3 Kangro9Kangoroo

Related Links

 

Sidney Sightseeing in One Day

Posted on Updated on

Di saat saya mendapat kesempatan mengikuti suami training di negeri Kangguru bulan Oktober 2012 lalu saya tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini. Saya berangkat lebih dulu dari suami karena ingin mengunjungi kota dimana Tante saya tinggal yaitu di Gold Coast dan menginap beberapa hari di sana.

Dari Gold Coast menuju kota Sidney saya naik pesawat JetStar, selanjutnya dari Sidney ke Melbourne saya naik KA malam (sleeper train) yang sudah saya booking melalui internet sewaktu di Jakarta. Nah, selama lebih kurang12 jam menunggu jadwal KA itulah saya pergunakan sebaik-baiknya untuk berjalan-jalan di kota Sidney.

Selesai urusan imigrasi dan pengambilan bagasi di Bandara Kingsford Smith Sydney, saya mencari stasiun KA yang berada di bandara. Untungnya tidak susah mencarinya, karena petunjuknya mudah terlihat sehingga saya hanya mengikuti signboard tersebut. Beli karcis di loket seharga AUD15 untuk sekali jalan dan turun di Central Station, karena di stasiun inilah saya akan berangkat menuju Melbourne menggunakan “sleeper train”. http://www.airportlink.com.au/index.php

Sesampainya di Central Station, saya mencoba mencari counter/kantor Countrylink. Maksudnya kalau sudah tahu persis tempatnya saya tidak usah repot mencari-cari lagi nantinya dan siapa tahu juga bisa early check-in supaya koper bisa langsung dititipkan. Dan setelah ketemu kantornya ternyata bisa langsung check in dan koperpun bisa langsung di drop. Dengan demikian saya bebas jalan-jalan tanpa harus repot membawa koper…:). Disini saya tautkan link mengenai jadwal KA antar kota di Australia. http://www.countrylink.info/timetables

Dari Central Station saya naik train ke Circular Quay. Ini adalah tempat yang sangat populer dan setiap turis pasti wajib ke tempat ini, karena dari tempat ini bisa akses menuju gedung Opera House dan dari tempat ini juga bisa melihat jembatan yang terkenal Harbour Bridge, seperti foto yang saya lampirkan dibawah ini.

Hari itu adalah hari Minggu dan udara sangat cerah sekali, sehingga di Circular Quay ini ramai pengunjung. Selain turis, penduduk lokalpun datang ke tempat ini yang kebanyakan datang bersama keluarganya untuk berekreasi. Apalagi matahari bersinar dengan terangnya sehingga banyak sekali bule-bule yang berjemur di taman “Botanical Garden” (tempat ini juga berdekatan dengan Botanical Garden). Sementara saya sendiri duduk-duduk dibawah pohon rindang sambil menikmati makan siang yang saya beli di dekat stasiun Circular Station. Puas berjalan-jalan sekitar Opera House dan berfoto-foto (sekali-sekali minta tolong pengunjung lain untuk mengambil foto saya….hehehe), saya pergi ke booth Sydney ‘s Tourist Bus Service. Tempatnya masih di sekitar Circular Quay.

Dengan membayar AUD40 (dewasa), saya dapat mengelilingi kota Sydney selama 90 menit dengan 34 kali perhentian menggunakan bus bertingkat atau “double decker bus”. Dengan bus ini penumpang dapat naik dan turun tanpa harus membayar lagi yang berlaku untuk 1 hari saja (24 jam), atau istilahnya “Hop On – Hop Off”. Beberapa tempat objek wisata yang disinggahi oleh bus ini adalah: Harbour Bridge, Opera House, Circular Quay, The Rocks, Darling Harbour, Kings Cross, Bondi Beach. Tiket bus ini juga bisa dibeli secara online di http://www.citysightseeing.com.au

Harbour Bridge, Sydney
Harbour Bridge, Sydney
Opera House Sydney
Opera House Sydney
Taken from Circulay Quay
Taken from Circulay Quay
View from Opera House
View from Opera House
Sydney City
Sydney City

Related Links

Cycling Tour in Melbourne

Posted on Updated on

Setelah beberapa hari berkeliling kota Melbourne dengan moda transportasi tram, metro train dan berjalan kaki, sekarang waktunya untuk berjalan-jalan naik sepeda.

Pagi hari itu udara cerah, saya menyewa sepeda di daerah Flinders Street, tepatnya 62 Rebecca Walk. Pemiliknya bernama Mike Murray, orangnya ramah dan welcome banget. Sehari sebelumnya saya sudah menelepon Mike untuk memberitahu bahwa saya akan menyewa sepeda untuk besok harinya. Pagi-pagi jam 9 saya sudah berada disana. Sepertinya tokonya baru saja buka karena di saat saya datang, terlihat Mike dan 1 orang staffnya sedang mengeluarkan sepeda-sepedanya. Mike meminta saya mengisi form dan menyerahkan kartu identitas sebagai jaminan selama waktu sewa. Saya ambil paket sewa yang 3 jam dengan tarif AUD25 tapi Mike memberikan discount khusus untuk saya sehingga saya hanya membayar AUD20….hehehe… thank you Mike!

Sebelum dinaiki, sepeda diperiksa lebih dulu kondisinya dan Mike memberikan selembar fotocopy map rute-rute sepeda yang bisa dipilih dan juga kunci sepeda. Selain itu tentu saja saya wajib memakai helmet.

Bycicle

Setelah membaca rute-rute sepeda yang diberikan oleh Mike, saya memilih untuk menyusuri pantai St. Kilda. Dan Mike dengan baik hati menemani saya mengarahkan jalan pintas yang aman untuk saya lewati sampai dekat rel kereta api. Setelah itu saya jalan sendiri…. menikmati udara pagi yang cerah dan sedikit berangin. Sekali-sekali saya berhenti untuk mengambil beberapa foto, seperti yang terlihat dibawah ini.

St.Kilda1_copy_resize  St.Kilda2_copy_resize  St.Kilda3_copy_resize  St.Kilda4_copy_resize

Related Links

 

Walking Tour in Fitzroy Garden – Melbourne

Posted on Updated on

 

Cara hemat untuk berwisata salah satunya adalah jalan-jalan dengan berjalan kaki tentunya…..hehehe. Ini saya lakukan sewaktu trip ke Australia akhir September tahun 2012. Tau sendiri kan, tiket pesawat pulang perginya saja sudah cukup mahal, belum lagi untuk penginapan dan makan selama 10 hari. Maka untuk menyiasati agar tetap bisa menikmati tempat-tempat wisatanya saya memilih berjalan kaki untuk beberapa tempat. Lagi pula udara di sana pada waktu itu masih berangin dan kadang kala di sore hari udaranya sangat dingin buat saya. Suhu udara rata-rata berkisar 15 – 18C.

Pagi hari itu cuacanya cerah dan udaranya sejuk banget seperti di Puncak. Rasanya tepat sekali kalau saya memilih berjalan kaki ke taman ini, kebetulan taman ini dekat dengan tempat penginapan saya. Cuaca di Australian, khususnya Melbourne sedang memasuki masa transisi dari musim dingin ke musim panas. Suhu udara masih sering terasa dingin terutama di sore hari menjelang malam.

Fitzroy Garden sekilas tampak biasa saja dan tidak terlalu besar-besar amat. Tetapi ketika saya masuk dan berjalan di dalamnya ternyata cukup luas. Taman ini ada sejarahnya juga rupanya. Dibangun sekitar tahun 1850an dan diberi nama setelah Sir Charles Augustus Fitzroy menjabat sebagai Gubernur New South Wales dan Gubernur Jenderal Koloni Australia.  Saat ini, tercatat sudah lebih dari 2 juta orang datang mengunjungi taman ini. Wow…fantastis ya! Nah.. di dalam taman ini ada bangunan namanya Cottage Cook (Captain James Cook). Cottage asli ini berasal dari Great Ayton, Yorkshire yang dikirim ke Australia dan ditempatkan di taman Fitzroy tahun 1934 sebagai hadiah peradaban Victoria.

Rumahnya imut, model rumah pedesaan di Inggris pertengahan abad 17….semua perabotan rumah, alat dapur, tempat tidur, dan baju-baju yang dipakai oleh James Cook dan istrinya masih tampak bagus dan awet dengan penataan yang rapi (lihat foto).

Oh ya, sebelum masuk ke Cook’s Cottage, ada sebuah Conservatorium yang dibangun tahun 1930 dimana di dalamnya terdapat bunga-bunga yang sedang mekar. Indah sekali…foto-foto sudah pasti tidak ketinggalan 🙂

Tidak jauh dari Cook’s Cottage bisa dijumpai satu pohon yang tinggi dan besar. Namanya “A Great Australian Tree”. Pohon ini untuk mengingatkan bahwa suku Aborigin dulunya pernah tinggal disini.

Puas berjalan-jalan dan foto-foto… tidak terasa sudah lebih 2 jam berada di dalam taman Fitzroy yang indah dan sejuk. Saya melanjutkan jalan kaki mengunjungi gereja katedral St Patricks yang akan saya ceritakan di episode berikutnya. See ya….

OZ1    OZ3   OZ7

OZ4   OZ5    OZ6

OZ8          OZ10  OZ8

Related Links