LANDSCAPE

9 Hari Tour Pakistan

Posted on Updated on

Wisata ke Pakistan? Hahaha… pasti ngga percaya! yup… betul sekali! Saya membuat program wisata ke Pakistan di bulan November 2017. Berangkat tanggal 3 November dan tiba kembali di tanah air tanggal 12 November. Read the rest of this entry »

Ladakh – Negeri Bagi Petualang Sejati

Posted on

Julley!!

Itulah kata yang diucapkan sebagai salam bagi penduduk di Ladakh. Tour selama 9 hari dari tanggal 23-31 Juli yang lalu adalah perjalanan yang sungguh mengesankan. Walau ada sedikit perubahan itinerari 2 hari menjelang pulang, tetapi tidak membuat kami kecewa. Malah menikmati perjalanan tersebut dan kalau perlu bisa tinggal lebih lama di Ladakh… seandainya diijinkan πŸ™‚

Ibukota Ladakh adalah Leh dengan ketinggian 11,000 feet atau = 3352 meter. Di kota inilah pesawat yang saya tumpangi dari Delhi mendarat di Bandara Kushok Bakula Rimpochee pagi hari sekitar jam 10 pagi waktu setempat. Beberapa menit sebelum mendarat para penumpang sudah bersorak mengagumi keindahan hamparan gunung-gunung dengan puncak esnya. Semuanya berebutan ingin memotret dari jendela, tidak ketinggalan saya pun juga… hahaha. Belum mendarat saja sudah terkagum-kagum, apalagi sudah mendarat dan overland tour selama beberapa hari ke depan πŸ™‚

Destinasi saya selama 8 hari di Ladakh adalah jalan-jalan di dalam kota Leh dan tempat-tempat di sekitar Leh, Nubra Valley, Pangong Lake dan beberapa monastery terkenal selama perjalanan, dan kota Manali (sudah masuk Himachal Pradesh). Rata-rata perjalanan dengan kendaraan memakan waktu sekitar 7-8 jam. Sementara temperatur saat itu di musim panas (summer) sekitar minimum 8-10 derajat C dan maksimum 20 derajat C. Kalau siang hari mataharinya lumayan kinclong, jadi harus pakai kacamata rayban supaya tidak terlalu silau. Menjelang sore hari sampai pagi hari baru terasa dinginnya.

Penduduk di Ladakh lebih banyak keturunan dari Cina sebanyak 70% dan sisanya 30% India. Dengan mayoritas penduduknya beragama Buddha, tidak heran karena Ladakh wilayahnya sudah berbatasan dengan China. Dan tidak heran juga kalau banyak sekali dijumpai camp-camp militer yang siap siaga menjaga keamanan wilayah ini. Dan ternyata Leh ini hanya bisa didatangi turis di musim panas saja yaitu antara bulan Mei sampai akhir September atau mid Oktober. Kenapa? Karena mulai akhir Oktober sudah masuk musim dingin dan bersalju. Akses jalan untuk masuk ke Ladakh, yaitu dari Manali dan Srinagar tertutup oleh salju tebal yang sangat sulit untuk dilewati oleh kendaraan sedan, jeep atau bus. Dan sebagian besar hotel di Leh juga tutup. Jadi, kalau mau trip ke Ladakh pastikan jadwalnya antara bulan Mei – September πŸ™‚

Ladakh juga merupakan tempat favorit bagi para motor biker. Selama tour di Ladakh banyak sekali dijumpai para biker, baik yang rombongan maupun yang perorangan. Dan, hanya motor Royal Einfield yang saya lihat selama di Ladakh yang dikendarai oleh para motor biker. Hanya 1-2 saja yang merek lain. Tetapi merek Royal Einfield sangat dominan dan sepertinya memang merek ini yang paling tangguh untuk medan seperti Ladakh. Tidak ketinggalan yang punya hobi gowes, juga banyak dijumpai di Ladakh. Kondisi alam, geografis dan jalanannya memang sangat menantang bagi para adventourist. Ladakh memang keren banget! Rasanya foto-foto saja tidak cukup menggambarkan betapa spektakulernya alam Ladakh ini. Sepanjang jalan hanya bisa terucapkan kata-kata Oh my God.. hehehe. Tahun depan saya akan kembali ke sini dan rencananya akan trip lebih lama sekitar 10-12 hari karena ada beberapa tempat yang ingin saya kunjungi. Yuuk.. bagi yang berminat gabung, silahkan hubungi saya ya..:)

Foto-foto lainnya bisa dilihat di Instagram. Follow aja @tania_langitan … terima kasih sudah mampir di blog ini

Happy travel!!

Welcome to Ladakh! Finally I reached this region :)
Welcome to Ladakh! Finally I reached this region πŸ™‚
Sunset - view from the hotel. Awesome!
Sunset – view from the hotel. Awesome!
Pangong Lake with 3 Idiots - from Indonesia.. hahaha
Pangong Lake with 3 Idiots – from Indonesia.. hahaha
Pangong Lake
Pangong Lake
Reflection - Beautiful Scene in Nubra Valley
Reflection – Beautiful Scene in Nubra Valley
Yak - binatang khas yang tinggal di daerah pegunungan
Yak – binatang khas yang tinggal di daerah pegunungan
Overland tour di Ladakh
Overland tour di Ladakh
Gunung-gunung yang dilewati
Gunung-gunung yang dilewati
Stop over at Pang for lunch break
Stop over at Pang for lunch break
Check post at South Pollu - ketinggian diatas 15000 feet
Check post at South Pollu – ketinggian diatas 15000 feet
Gersang tapi damai & indah
Gersang tapi damai & indah
Here I am!!
Here I am!!
View dari ketinggian diatas 15000 feet
View dari ketinggian diatas 15000 feet
View dari dalam monastery
View dari dalam monastery
View Ladakh dari pesawat menjelang landing
View Ladakh dari pesawat menjelang landing
Foto bareng dengan penduduk lokal di Shanti Stupa… cantik-cantik!

Serunya Trekking ke Goa Tetes & Air Terjun Tumpak Sewu

Posted on

Bagi yang senang berpetualang dan trekking di alam terbuka, boleh di coba kegiatan yang satu ini.

Sebenarnya trip ini adalah bagian dari trip saya ke Puncak B29 bulan Mei 2016 yang lalu. Setelah puas bermalam di B29 dan fot0-foto sunrise, saya melanjutkan petualangan saya menuju Goa Tetes dan air terjun Tumpak Sewu. Perjalanan dari Lumajang dengan kendaraan mobil memakan waktu lebih kurang 1,5 jam. Dalam bayangan saya perjalanan menuju Goa Tetes adalah jalan santai dengan menyusuri pinggiran sungai dan pohon-pohon hijau nan rindang. Tetapi ternyata tidaklah demikian. Ketika tiba di tempat loket pembelian tiket masuk, jalan yang dilalui menurun cukup bagus dengan penataan pavling blok yang masih bolong-bolong… hahaha. Ngga ngerti deh kenapa pengerjaannya bisa setengah-setengah begitu, padahal ini tujuannya adalah memberikan kenyamanan bagi para pelancong untuk dapat menikmati alam Indonesia… hhgghhh…

Ketika trotoar dengan pavling blok yang tidak merata tersebut berakhir, maka dimulailah trekking yang penuh perjuangan ini. Untuk mencapai Goa Tetes yang berada di atas sana… harus menceburkan kaki ke dalam aliran sungai yang dingin dan mulai merangkak naik diatas batu-batu yang juga dialiri air. Dimana-mana terdapat air yang tumpah ruah (air terjun) dari sela-sela batu, baik yang kecil, yang besar, yang debitnya lumayan deras atau yang halus. Dan tidak ada jalan lain kecuali melintasi air-air tersebut di atas bebatuan. Benar-benar di luar dugaan. Akhirnya sampai juga di Goa Tetes. Goanya tidaklah terlalu besar. Di dalamnya memang ada stalaktit dan stalakmit. Agak sulit untuk mengambil foto di dalam goa tersebut. Tidak berlama-lama di Goa Tetes… dan kami (berempat) keluar dari goa tersebut. Perjalanan dilanjutkan menuju air terjun Tumpak Sewu.

Tidak kalah serunya, kami harus beberapa kali menyeberangi sungai dan masih harus merangkak dan merayap diantara batu-batu. Badan sekujur tubuh sudah basah…. basah karena keringat dan karena air sudah menjadi satu. Napas mulai tersengal-sengal. Berhenti sebentar untuk mengaso di kolam Bidadari… hehehe. Sama sekali tidak membawa bekal berupa cemilan, hanya sebotol air mineral. Tidak berlama-lama di kolam Bidadari, hanya 10 menit dan berfoto ria sebentar, dan perjalanan pun dilanjutkan. Selama 2 jam lebih kami trekking untuk mencapai air terjun Tumpak Sewu. Dan ketika tiba di air terjun tersebut… whoaaaaa… rasanya lega dan takjub dengan pemandangan luar biasa ini. Kami berada persis dibawah ribuan air terjun yang tingginya lebih dari 70 meter.

Kami juga tidak berlama-lama dibawah air terjun ini, yang penting sudah berfoto-foto narsis dan menjadi dokumentasi untuk saya pribadi. Dan hari sudah mulai sore dan agak sedikit mendung, maka sebaiknya harus segera kembali ke atas. Untuk kembali ke atas kami mengambil jalan berbeda. Menurut guide kami jalan ini lebih cepat dan tidak terlalu banyak batu-batu yang harus dilalui seperti waktu kami datang tadi. Yah… memang tidak banyak batu, tapi kami harus melalui tangga-tangga yang terbuat dari bambu… hahaha. Sekali-sekali tangga tersebut ada tali yang terbuat dari potongan ban bekas untuk pegangan… persis seperti orang yang sedang olahraga naik tebing. Jalan menuju ke atas boleh dibilang lumayan curam dengan kemiringan setidaknya 60 derajat, kadang malah hampir 90 derajat… ampuuun! Benar-benar menguras tenaga kami semua… rasanya sudah ngga kuat untuk naik ke atas apalagi usia sudah tidak bisa dibilang muda lagi. Dan akhirnya tangga terakhirpun terlewati… ternyata saya masih kuat untuk melakukan trekking seperti ini. Puji Tuhan!

Untuk trekking ke Goa Tetes dan Tumpak Sewu, disarankan menggunakan sepatu trekking atau sepatu olahraga, celana pendek dan trekking pole (tongkat) bila punya, membawa air minum.

Catatan: Jagalah kebersihan dan pelihara lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Bawalah kembali sampah anda dan buang di tempat sampah. Karena masih banyak sampah berceceran dimana-mana selama trekking di sana. Bersahabatlah dengan alam. Terima kasih.

Bila anda berminat untuk trekking ke Goa Tetes dan Air Terjun Tumpak Sewu (Coban Sewu), silahkan menghubungi saya di +62 81220220708 (WA).

Trip berikutnya adalah:

  1. Ijen & Bromo tgl. 24-26 Juni 2016
  2. Pulau Derawan tgl. 28-31 Juli 2016
  3. Flores – Trekking & Snorkling tgl. 4-7 Agustus
  4. Sumba tgl. 13-17 Agustus
  5. Ternate & Morotai tgl. 18-21 Agustus
  6. Trekking Rinjani tgl. 25-28 Agustus
  7. Flores, Kelimutu, Komodo tgl. 12-16 September
Merangkak Demi Goa Tetes..tes..tes...
Merangkak Demi Goa Tetes..tes..tes…
Bersiap untuk memulai trekking.. Lets go!!
Bersiap untuk memulai trekking.. Lets go!!
Menyeberangi Sungai
Menyeberangi Sungai

ts2

Istirahat Sejenak di Kolam Bidadari
Istirahat Sejenak di Kolam Bidadari
Hobi Fotografi Jangan Dilewatkan
Hobi Fotografi Jangan Dilewatkan

ts13ts10

Air Terjun Tumpak Sewu
Air Terjun Tumpak Sewu

ts7

Tumpak Sewu Dilihat Dari Atas
Tumpak Sewu Dilihat Dari Atas

ts9

Perjalanan Menuju Puncak B29 – Lumajang

Posted on

Penasaran dengan yang namanya Puncak B29 sudah dari 2 tahun yang lalu. Cari-cari temen untuk yang mau join di trip ini bahkan sampai buat program khusus untuk trip ke B29 dan posting di FB tetap belum ada yang minat untuk ke tempat ini. Sampai akhirnya di tanggal 20 Mei 2016 trip ke Puncak B29 bisa terwujudkan πŸ™‚

Berangkat dari kota Lumajang dengan menyewa kendaraan dan kami berempat (plus supir jadi 5) berangkat setelah sholat Jumat. Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam untuk tiba di pintu gerbang Desa Argosari. Sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan alam yang indah dan ketika mulai masuk kawasan Argosari udara sudah terasa sejuk dan kabut mulai turun.

Kami tiba di sebuah rumah yang menyewakan motor untuk kami naik ke B29. Dan guide kami sekaligus membawa perlengkapan tenda, sleeping bag dan peralatan masak sekedarnya untuk kami nanti bisa masak air untuk minum teh dan kopi. Selesai dengan perlengkapan yang harus dibawa, maka dimulailah perjalanan seru menuju B29 dengan mengendarai Ojek. Supir Ojek sudah terbiasa dengan rute yang dilaluinya, jalan dengan lebar hanya 2 meter dan berliku-liku nanjak dan sekali-sekali tikungan cukup tajam dengan lincah dan mudah dilalui. Sementara melihat kebawah pemandangan kebun dan ladang yang curam dengan kemiringan hampir 60 derajat kadang membuat hati ciut, takut-takut kalau tergelincir kebawah… hahaha

Sekitar 20 menit kemudian akhirnya kami sampai di puncak B29 dengan pemandangan Gunung Bromo yang indah. Tapi sore itu kabut sudah mulai tebal dan kami cepat-cepat untuk memasang tenda. Inilah beberapa foto selama berada di B29.

Bila ada yang berminat untuk mengunjungi tempat ini untuk fotografi, silahkan menghubungi saya di +62 81220220708

Happy Traveling !!

Otw to B29
Otw to B29
Welcome to B29
Welcome to B29

pic8

Di depan tenda sambil minum teh & kopi di pagi hari
Di depan tenda sambil minum teh & kopi di pagi hari
Gunung Bromo dilihat dari Puncak B29 di subuh hari
Gunung Bromo dilihat dari Puncak B29 di subuh hari
Menunggu sunrise
Menunggu sunrise

pic6pic4pic2pic9pic5

 

 

NEPAL TOUR 2016

Posted on Updated on

Buat kalian yang pengen tahu tentang Nepal ataupun yang punya hobi hiking / trekking kali ini Ventura ingin mengajak kalian untuk gabung di trip ini. Menikmati pemandangan barisan gunung Himalaya yang selalu bersalju, negeri ini memang memiliki pemandangan alam yang menakjubkan. Tidak heran kalau para trekker dan hiker wajib harus mencoba menjelajahi gunung-gunung yang ada di Nepal.
Bagaimana kalau yang belum pernah trekking atau yang pengen trekking tapi ngga mau sampai berhari-hari? Jangan kuatir…trip Ventura trekking ke Ghorepani bisa diikuti oleh mereka yang masih pemula karena trekking ini tidak berat dan ada porter yang akan membawa barang-barang bawaan kalian. Yang penting syaratnya berbadan sehat πŸ™‚
Jadwal trip ke Nepal tahun 2016 adalah sbb:
1. Tgl. 4-8 Maret. Trip singkat selama 5 hari ini akan mengajak peserta mengenal kota Kathmandu lebih dekat pasca gempa, seperti Boudhanath stupa, yang merupakan stupa terbesar di dunia. Pasupatinath, tempat umat Hindu bersembahyang dan sekali-kali dilaksanakan upacara pembakaran mayat (kremasi), mengunjungi Bhaktapur Durbar square yang merupakan kota kuno di Nepal yang sangat menarik untuk dikunjungi. Dan tak lupa tentunya ada waktu untuk shopping di daerah Thamel.

2. Tgl 23-30 April. Trip ini berlangsung selama 8 hari, sedangkankan trekkingnya sendiri hanya 5 hari. Dan dimulai dari Pokhara dan akan berakhir pula di Pokhara. Di Pokhara ini ada danau yang terkenal namanya Phewa, dan kita akan sempat menikmati danau ini sambil berperahu dan melihat gunung Macchapuchrre (Fish Tail). Dan karena trip ini berlangsung di musim semi (spring) maka kita juga akan melihat bunga-bunga yang bersemi sepanjang perjalanan trekking πŸ™‚

3. Tgl. 20-27 October. Trip ini khusus untuk para pencinta fotografi alias fotografer. Tetapi tidak menutup kemungkinan bagi kalian yang bukan fotografer untuk gabung di trip ini. Selain mengeksplorasi kota Kathmandu, juga ke Pokhara untuk menyaksikan matahari terbit di Sarangkot. Highlight trip ini adalah Jomsom dan Marpha, suatu desa di kaki pegunungan Annapurna sehingga bisa melihat lebih dekat gunung-gunung di sekitar Annapurna. Desa ini juga merupakan base bagi para trekker yang ingin mendaki gunung Annapurna. Kehidupan desa yang sangat kental dengan budaya Nepal dan Tibet bisa kita lihat melalui trip ini. Yang hobi motret landscape, streetphotography, portrait pastikan kalian gabung di trip ini. Ohya, untuk menuju Jomsom kita akan menggunakan pesawat lokal dan kembali ke Pokhara & Kathmandu juga dengan pesawat lokal.

image

image

Nah, tunggu apa lagi. Yuk segera daftarkan diri kalian karena trip Ventura quotanya terbatas hanya maksimum 12 orang saja dan minimum 6 orang. Keterangan lebih lanjut mengenai jadwal perjalanan dan biayanya silahkan menghubungi Ventura di bawah ini:
Ph. +62 8170990708 (WA)
PIN 75BCBDEF
Email: venturatravelking@gmail.com

Video: Awesome View! On the way to Manali

Posted on

This video is a part of my journey in India on January 2014.
I traveled from Shimla to Manali by car for 9 hours. And inside the car there were 11 passengers (including driver). You can imagine it! Hahaha…. This is India! By taking the winding road, the driver was driving fast and crazy. But along the way, a lot of beautiful scenery and amazing! And it was an exciting journey and will not be forgotten.Take a look my video and enjoy it!

http://www.wevideo.com/hub/#media/ci/217730180

Boat on the river Manali River1_resize Winter Manali1_resize

India Gate

Posted on Updated on

This is the second time I went to India Gate monument in New Delhi when I was there for 3 days πŸ™‚ And on that day is the last day I was in India before returning home to Indonesia.

I do not think that this place will be crowded and full of visitors when I came the second time. And it turns out that day was a national holiday of India, and many residents of the city of Delhi visiting this place as a place to vacation with family and friends.

The weather that day was really very hot for me and there was no place to take shelter. Only post emergency police and there wereΒ two police officers on guard this time. I stood beside the post to try to get shelter so myΒ head is not directly exposed to the sun.

Luckily, one of the police kind enough to gave up his seat to me to sit down. While waiting for my friend who was taking photos in other places, so I also took some photos from the place I was at the police station. And this is one of the results πŸ™‚

India Gate_rz

Ini adalah yang kedua kalinya saya mendatangi monumen India Gate ketika berada di New Delhi selama 3 hari πŸ™‚ Dan pada hari itu adalah hari terakhir saya berada di India sebelum kembali pulang ke Indonesia.

Saya tidak menyangka bahwa tempat ini akan menjadi ramai dan penuh pengunjung pada saat saya datang kedua kalinya. Dan ternyata hari itu adalah hari libur nasional India, dan penduduk kota Delhi banyak mengunjungi tempat ini sebagai tempat untuk berlibur bersama keluarga dan teman-teman.

Cuaca pada hari itu benar-benar sangat panas buat saya dan tidak ada tempat untuk berteduh. Hanya ada pos polisi darurat yang dibuat seadanya dan ada 2 petugas polisi yang sedang berjaga saat ini. Saya berdiri disamping pos tersebut mencoba untuk bisa berteduh agar kepala tidak langsung terkena sinar matahari yang sangat terik.

Beruntung, salah satu polisi berbaik hati memberikan kursinya kepada saya untuk duduk. Sambil menunggu teman saya yang sedang mengambil foto di tempat lain, maka saya juga mengambil beberapa foto dari tempat saya berada di pos polisi. Dan ini adalah salah satu hasilnya…. lumayan πŸ™‚