Travel Tips: Things Should To Know When Backpacking In India

Posted on Updated on

Masih ragu untuk berpergian ke India ala backpacker? Beberapa hal dibawah ini mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memantapkan niat anda traveling ke India. Ini adalah pengalaman saya sendiri secara langsung ketika backpacking ke India selama 25 hari, tepatnya 23 hari karena yang 2 hari adalah waktu perjalanan dengan pesawat pulang dan pergi. Selama 23 hari berada di Negara yang penduduknya terpadat di bumi ini banyak hal-hal lucu yang saya alami yang membuat saya terheran-heran, terperangah, menyebalkan tetapi akhirnya tertawa sendiri. Apa saja yaa… yuk simak! 1. Serba lama. Apa nih maksudnya? Pengalaman saya selama di sana (dan menurut saya), apa-apa semua serba lama prosesnya. Mulai dari mengurus visa on arrival dibandara ketika sampai di Kolkata memerlukan waktu lebih dari 1 jam padahal penumpang yang mengurus VOA saat itu hanya 2 orang saja. Pesan makanan di hotel atau restoran, ini kadang-kadang bisa lebih dari 30 menit padahal makanan yang di pesan tidak banyak. Sebaiknya pesan makanan jangan pada saat perut lapar sekali, bisa frustasi deh…hehehe. Menukar uang di money changer di bandara Kolkata, lumayan ribet… ngga cukup paspor saja yang diperlihatkan, tapi harus isi formulir segala. Membeli 1 macam barang di toko farmasi, saya lupa barang yang saya beli, tapi inget banget cuma beli 1 macam aja lamanya minta ampun. Makan waktu 15 menit sampai saya keluar dari toko tersebut padahal saya sudah bayar, tapi mereka minta alamat dan nomor telepon segala, kemudian kasirnya harus minta persetujuan dari manajer toko. Saya ngga tahu juga apa karena saya ini turis maka prosesnya jadi panjang. Tapi begitulah yang saya alami. Memang tidak semua prosesnya sampai demikikan lama. Tetapi asal tau aja, kalau untuk turis proses yang dilakukan lebih banyak dan panjang sehingga terasa sangat lama. So, untuk yang satu ini harus banyak bersabar yaa… hehehe πŸ™‚ Catatan Penting: ada peraturan terbaru mengenai pengajuan visa India. Bahwa mulai tahun 2015, pengajuan Visa On Arrival wajib mengajukannya melalui online visa dengan link iniΒ https://indianvisaonline.gov.in/visa/tvoa.html Artinya, kalian tidak lagi bisa datang langsung ke bandara untuk mengurus visa on arrival. Jadi, pastikan bila kalian ingin menggunakan VOA untuk masuk ke India, tetap harus mendaftar dulu via online.

2. Larangan Photo di Tempat Umum. Nah ini cukup menjengkelkan buat saya. Paling ngga asyik kalau traveling tapi ngga bisa motret karena ada larangan. Masa ngga ada kenang-kenangannya ya ngga… πŸ™‚ Tapi begitulah kenyataannya bila berada di India. Beberapa kali saya ditegur oleh petugas untuk tidak boleh memotret. Bahkan ada yang mendatangi saya dan meminta untuk menghapus foto-foto yang sudah saya ambil sebelumnya… hah?! yang bener ajaa… Tempat-tempat yang saya ketahui dilarang berfoto adalah di metro subway, taman dan stasiun kereta api padahal tempat-tempat ini yang paling sering saya datangi. Kalau mau nekat sih bisa saja, karena membawa kamera ke tempat tersebut tidak di larang. Kecuali di metro subway (bawah Tanah) sebaiknya jangan coba-coba memotretΒ ya, karena saya lihat banyak di pasang kamera cctv. Kalau tempat lainnya masih bisa curi-curi. Maaf, saya bukan ngajarin yang buruk… πŸ™‚ Kalau di Kolkata, jembatan Howrah salah satu tempat yang dilarang. Saya sempat diteriakin sama petugasnya dan meminta hapus foto-fotonya. Kebetulan foto-foto yang saya perlihatkan yang jelek-jelek hasilnya alias burem. Sementara yang bagus masih tersimpan dengan aman…hehehe ND1Β  Howrah1 3. Air minum gratis di tempat umum. Ini banyak sekali ditemui yang memang sudah disediakan oleh pemerintah untuk rakyatnya. Dan saya tidak merekomendasikan untuk kalian mencobanya. Tapi kalau mau di coba ya silahkan saja asal tanggung sendiri resikonya ya… πŸ™‚ Karena saya melihat tempat maupun kerannya banyak yang sudah kotor. Saya yakin kalian pasti juga tidak mau mencobanya. DrinkingΒ  Β Drinking2 4. Jajanan di pinggir jalan. Sama seperti halnya di Indonesia, di India banyak sekali tukang jual makanan di pinggir jalan. Saya tidak bilang untuk tidak merekomendasikannya, karena saya pernah membeli makanan di pinggir jalan beberapa kali dan saya tidak mengalami sakit perut atau apapun. Yang perlu diperhatikan adalah kebersihan tempatnya. Dan saya memilih tempat yang cukup ramai dikunjungi oleh orang-orang kantoran karena saya yakin makanannya pasti enak dan murah pula πŸ™‚ Biasanya tukang jualan makanan menyediakan air minum gratis, tetapi tidak menyediakan gelas. Hahaha…heran ya πŸ™‚ iya, pengunjung minum langsung dari tekonya tapi ujung teko jangan kena mulut ya…namanya juga air minum gratis jadi ya “Mira” deh alias milik rame-rame… hahaha. Mending bawa minum sendiri saja. (Foto dibawah ini yang sebelah kiri, teko warna hijau adalah air minum gratis “mira”) Food st4Β Food st2 5. Sediakan Tip. Ini beberapa kali saya alami dan merasa terkecoh terutama dalam hal jasa. Misalnya, ketika saya menyewa mobil plus supir selama sehari penuh. Harga sudah disepakati sekian. Nah, setelah selesai si supir akan minta tip apalagi kalau dia merasa sudah memberikan servis terbaiknya seperti memberikan informasi tentang tempat-tempat wisata yang saya kunjungi dan informasi lainnya. Begitu juga waktu di Sonamarg ketika menyewa kuda poni dan selama naik kuda dipandu oleh pemiliknya. Ketika sudah selesai, pemandu kuda akan minta tip. Dan ini diluar harga sewa kuda poni. Awal-awalnya sebel banget, tapi ini rupanya memang hal yang umum berlaku di India di mana saja dalam hal pemberian jasa. So, kalau sewa barang beserta orangnya (terutama jasa), siap-siap sediakan tip ya… saya biasa suka kasih antara 200 – 300 rupee. Kalau memang servisnya bagus banget, orangnya ramah dan memuaskan saya rela kasih lebih. Tapi 300 rupee itu udah termasuk banyak loh… Ada juga yang rada ngeyel, udah servisnya ngga ok di kasih 300 rupee masih minta nambah… ya saya tinggal aja langsung tanpa say good bye πŸ™‚ (sementara di belakang orangnya ngomel-ngomel…hahaha) 6. Menawar Barang. Buat yang senang belanja, nawar barang di India hampir sama seperti di Indonesia. Harus berani nawar lebih dari setengah harga. Tapi mereka tidak marah kalau kita nawar harganya miring banget. Penjual-penjual disana pinter banget ngerayunya, luar biasa deh… nah, kita juga harus super tega. Kalau harga yang kita minta tidak di kasih juga, sebaiknya jangan terpaku di satu toko karena barang tersebut banyak dan mudah di dapat di toko lainnya. Begitu anda melangkah keluar dari toko, di jamin penjualnya akan memanggil anda. Tetapi begitu anda balik, si penjual masih kekeh sama harganya dia… paling-paling cuma kurang dikit… hahaha. Jadi ya terserah anda aja… πŸ™‚ Happy Shopping! shopping1Β  shopping2 7. Kepo alias pengen tahu tapi suka di foto. Banget deh… dimana saja saya berada semua orang di sekitar saya akan memandang saya dengan herannya. Alien kaliii… πŸ™‚ Karena saya suka fotografi dan membawa kamera kemana-mana maka mereka akan berhenti dan melihat apa yang saya foto. Dan juga ngintip hasil foto saya… hahaha. Nah, beberapa kali diantaranya malah minta di foto. Kalaupun tidak ada yang meminta dan tau saya mengarahkan kamera saya ke mereka maka langsung deh berganti gaya…halah! narsis1Β  narsis2 narsis3 8. Perlu belajar bahasa India dan memakai baju India? Ngga ada keharusan koq. Pengalaman saya selama di sana, kalau kita bisa sedikit bahasa Hindi dan memakai baju India, akan membuat mereka respek dan lebih ramah terhadap kita. Tentu saja akan banyak menolong kita pada saat kita membutuhkan sesuatu atau bertanya arah jalan. Saya lebih sering memakai baju India selama di sana, selain memang menyukainya juga menjadi lebih merasa sama dengan orang-orang lokal. Mereka baru “ngeh” kalau saya turis pada saat saya mulai memotret…yaah, mau bagaimana lagi 😦 Belajar bahasa India (Hindi) pun terbatas seperti ucapan halo, selamat pagi, apa kabar dan terima kasih. Tapi mereka sangat senang kalau kita menyapa mereka dengan Namaste (Hello). Jadi, tidak ada salahnya kan bisa sedikit berbahasa Hindi selama di sana. Percaya deh, mereka akan welcome dengan kita πŸ™‚ 9. Menggelengkan kepala. Nah iniii….sudah pasti tau kan kalau berbicara dengan orang India kepalanya pasti suka goyang-goyang ke kiri kanan πŸ™‚ Saya suka geli sendiri kalau saat berbicara dengan mereka melihat kepala mereka goyang-goyang…kadang jadi ngga fokus sama pembicaraan…hahaha. Satu hal yang perlu diketahui adalah pada saat mereka menjawab “ya”, mereka akan menggelengkan kepala mereka. Artinya bila kita bertanya sesuatu (ini yang sering saya alami), misalnya menawar tuktuk, dan mereka hanya menjawab dengan menggelengkan kepala itu artinya mereka setuju dengan harga yang kita tawarkan. Nah, saya sering kali lupa dengan kebiasaan mereka ini, sehingga sering menyangka kalau artinya adalah tidak. Akibatnya mereka jadi bingung sendiri dan sayapun ikut bingung…hahaha. 10. Air di sana kurang bagus. Maksudnya disini adalah air untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari. Karena saya selama hidup selalu memakai air tanah yang bening, maka begitu mandi di India langsung merasa beda banget. Cuci rambut pakai air disana, rambut saya kasar bukan main 😦 Air untuk kebutuhan sehari-hari di India disediakan oleh pemerintah. Selama di sana, hanya di Sonamarg, saya benar-benar bisa merasakan air yang sama seperti di rumah. Karena airnya langsung dari gunung tapi dinginnya ampun deh, seperti air es…hehehe. Beberapa kosa kata sederhanaΒ dalam bahasa India: Hello = Namaste Selamat pagiΒ = suprabhat Apa kabar = Aap kaisey hain Kabar baik, terima kasih (I’m fine, thank you) = mein theek hoon, shukriyaa Terima kasih = shukriyaa, meharbani Happy Traveling! Related Links

Advertisements

47 thoughts on “Travel Tips: Things Should To Know When Backpacking In India

    Ahmad Hasif said:
    February 7, 2014 at 5:50 pm

    Thank you. Very useful info. Keep on blogging about your journey

      Tania Langitan responded:
      February 15, 2014 at 12:19 pm

      Thank you for visiting my blog Ahmad Hasif
      Have a good day!

    Vika Rosaningrum (@vikadjaja) said:
    February 17, 2014 at 2:40 am

    Mbak, boleh share email? Aku mau nanya2 byk ttg india nih

    miyoko kun (@miyokokun) said:
    May 16, 2014 at 5:29 pm

    thanks for sharing this wonderful blog πŸ™‚

      Tania Langitan responded:
      May 16, 2014 at 5:34 pm

      You are welcome Miyoko. Thank you for stopping at my blog πŸ™‚

      Happy traveling!

    Firda said:
    May 28, 2014 at 10:44 am

    wah, bermanfaat banget infonya neh. saya ada rencana travel ke india sendiri, masih cari’ info untuk travel sendiri. dan masih bingung apakah harus ikut jasa tour gt atau travel sendiri aja ke india. anyway, thanks buat udah share pengalamannya πŸ˜€

      Tania Langitan responded:
      May 29, 2014 at 1:06 pm

      Hi Firda,
      Terima kasih sudah visit blog saya… dan saya juga senang kalau informasi yang saya berikan bisa bermanfaat buat pembaca blog saya πŸ™‚
      Kalau boleh tau, kamu ke Indianya mau ke kota mana? dan berapa hari? Apakah kamu sering traveling sendirian? Backpacking?
      Saran saya kalau mau tour mending pake jasa supir tuktuk (autorickshaw), banyak dari mereka bisa disewa harian. Di depan hotel juga mereka suka mangkal dan menawarkan jasa mereka. Pinter-pinter nawar aja. Kalau sewa mobil seharian, kalau ga salah rs1800 utk sehari (8jam). Sementara kalau tuktuk rs400-600 (tp belum termasuk tips)

      Kalau ada pertanyaan lagi, silahkan hubungi aku. Bisa di email: tania.langitan@gmail.com

    Firda said:
    June 3, 2014 at 10:30 am

    iya, ada rencana mau backpacing aja sih. cuma masih bimbang antara pake jasa tour atau sendiri. kalo pake jas tour rasanya kurang puas. rencana saya mau 10 sampai 14 hari di sana. yang sudah pasti mau ke agra, karena mau lihat Taj Mahal, lalu ke mumbai, sungai gangga dan daerah lainnya. kalo ada teman yang mau pergi barang pasti seru banget πŸ˜€

      Tania Langitan responded:
      June 3, 2014 at 11:01 am

      waah… saya jadi pengen trip ke India lagi…. kangen! rencana perginya kapan? Saya belum pernah ke Mumbai dan sekitarnya 😦
      kalau backpacking memang lebih seru kalau dijalanin sendiri, ngga pake jasa tour πŸ™‚

      Tania Langitan responded:
      June 3, 2014 at 1:39 pm

      oh ya, sebagai tambahan informasi, kalau ke India di thn ini sebaiknya bulan Oktober – Desember. Kalau di bulan sekarang sampai Agustus, suhu udaranya bisa mencapai 40 derajat lebih. Waktu thn lalu ke sana bln September sudah lumayan tetapi masih tetap panas buat saya (seperti di Jakarta). Ngga kuat jalan kaki di atas jam 10.
      Kecuali kalau mau ke daerah Kashmir, India Utara atau daerah pegunungan.

    irma said:
    June 7, 2014 at 2:07 pm

    Salam kenal mbak.. Sy ada rencana ke india bulan november.. Lagi nyari teman buat kesana..

    Firda said:
    June 11, 2014 at 11:30 am

    saya ada rencana tapi untuk tahun 2016. karena tahu depan sudah ngambil cuti untuk tour yang lain, jadi hanya bisa untuk tahun 2016. kalo ada yang mau bergabung boleh πŸ˜€

      Veronika Nimade said:
      July 2, 2015 at 8:00 pm

      saya juga ada rencana kesana th 2016. kira” biayanya berapa ya

    silvie irma said:
    June 12, 2014 at 11:41 am

    Ayo mbak firda, bareng yuk, aku juga pengen ke sana, alamat emailnya donk mksh yaa atas infonya ttng india:)

      Efrida Putri said:
      October 18, 2014 at 1:35 pm

      Mb silvie yuuk barengan januari

        Tania Langitan responded:
        November 21, 2014 at 8:25 am

        Aku ada prog travel photography ke India tgl 30 Jan – 8 Feb ke daerah Rajasthan naik KA. Berminat?

      Tania Langitan responded:
      February 24, 2015 at 7:51 am

      Hi Irma, saya ada paket tour murah khusus untuk teman-teman yang pengen banget traveling ke India, backpacking jalan-jalan seru bareng saya (sebagai tour guide). Kalau berminat silahkan email ke tania.langitan@gmail.com

        Adi Laksmena said:
        August 9, 2016 at 2:21 pm

        Saya pengin mbak bulan des 2016,ini email saya adilaksmena@yahoo.co.id

        Tania Langitan responded:
        August 10, 2016 at 10:07 am

        Ok.. nanti saya kirim via emailnya

    Firda said:
    June 17, 2014 at 1:28 pm

    mba selvie irma, email aku di firdafauziahsungkar@yahoo.com

    hazzar said:
    September 14, 2014 at 10:39 am

    aku jg penggen keindia.
    penggen nonton pertandingan criketnya juga

    hazzar said:
    September 14, 2014 at 10:40 am

    kira – kira habis berapa ya jalan-jalan ke india tu ?????
    biar bisa nabung dari sekarang.

      Tania Langitan responded:
      September 14, 2014 at 1:19 pm

      Ke India tergantung kamu mau brp hari di sana. Makin banyak kota yang mau dilihat tentunya akan makin mahal.
      Untuk trip ke India 7-10 hari, biaya 3-4 jt cukup koq. Itu diluar tiket pesawat dan Visa ya

        Efrida Putri said:
        October 18, 2014 at 1:34 pm

        3-4jt itu saku aja apa plus hotel mba?
        Ada rekomen budget hotel di delhi ga mb?

    Efrida Putri said:
    October 18, 2014 at 1:34 pm

    Hi mb boleh minta almt email nya?
    Sy ada rencana ke delhi januari 2015..
    mau nanya2
    Makasihh

    katrin sianipar said:
    January 10, 2015 at 1:25 am

    Wah thxu udah share pengalamannya mbak, biayanya beneran segitu ya mbak…hihihi jadi pengen wisata ke india, ada temen juga sih disana…nabung ah dari sekarang…

      Tania Langitan responded:
      January 10, 2015 at 10:04 pm

      Halo Katrin… terima kasih sudah mampir di blog saya
      Iya, itu biaya thn 2013 loh.. πŸ™‚ Mungkin skrg sudah naik sekitar 10%
      Ok, kalau mau trip ke India silahkan tanya2 ke saya. Sudah ada beberapa pembaca blog ini yang akhirnya berangkat ke India πŸ™‚

    febryana said:
    April 1, 2015 at 12:18 pm

    mbak boleh minta pin bb gak?

    febryana said:
    April 1, 2015 at 12:23 pm

    mbak tania..
    saya berniat untuk backpacker dengan mbak sbgai tour guidenya, boleh minta pin bb nya mbak?

    wen liza said:
    May 6, 2015 at 2:44 pm

    sy jg pgn bgt backpack liat taj mahal okt/nov 2016, mungkin bs brg2 ni

      Tania Langitan responded:
      May 6, 2015 at 5:30 pm

      tahun 2015 maksudnya kan? thn 2016 kelamaan … πŸ™‚

      shilvy said:
      October 19, 2015 at 11:32 am

      hi, saya berencana untuk pergi jalan di 2016 …yux gabung..

    Veronika Nimade said:
    July 2, 2015 at 8:10 pm

    mbak, kalau untuk semingguan kira” biayanya berapa?

      Tania Langitan responded:
      November 8, 2015 at 6:21 pm

      Kalau kamu bener2 budget dan ga suka belanja2, usd300 aja cukup untuk seminggu (Delhi, Jaipur & Agra)

    yollanda meiva said:
    July 3, 2015 at 2:43 pm

    Klo yg 2016, boleh nih ikut tp lbh milih sebelum Mei 2016 krn heatwave- nya ampun dj hehe

      alian said:
      September 13, 2015 at 6:57 pm

      aq jg pgn backpack ke india bareng yuuk 2016

      Tania Langitan responded:
      November 8, 2015 at 6:22 pm

      Ikut yang bulan Maret aja… pas ada acara HOLI festival πŸ™‚

    alian said:
    September 13, 2015 at 6:57 pm

    aq jg pgn backpack ke india bareng yuuk 2016

    yollanda meiva said:
    September 14, 2015 at 8:38 am

    Alian, punya pin BB atau email? Email ke meivayollanda@gmail.com ya

    Thanks

    Anugrah Abbas said:
    September 16, 2015 at 3:37 am

    Sy juga punya plan utk backpack ke India tahun ini, kita bisa sama2 awal 2016 atau pertengahan tdk masalah.. Thanks. Rgds, abbas

    Dini Delisa said:
    October 5, 2015 at 3:01 pm

    Hay Aku Dini boleh gak aku gabung aku juga 2016 udah dapet cuti..
    domisili jakarta..
    pengen banget bisa ke india nih HUHUHUHU………..

    shalys said:
    October 19, 2015 at 6:23 pm

    rencana liburan ke india maret 2016 saat festival holi .. aq udh email ke mb Tania, ada yg mau ditanyain .. thx πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s