Menyusuri Sungai Melaka, Bersih Nan Apik

Posted on Updated on

Siapapun yang datang ke kota Melaka khususnya ke Stadthuys sudah pasti akan menemukan sungai Melaka. Kota Melaka ini tidak terlalu besar, apalagi di lokasi paling populer dan menjadi pusat wisatanya yang terkenal dengan Kota Peranakan Warisan sehingga kalau kemana-mana bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Di sini saya ingin berbagi cerita dan foto-foto yang dapat saya liput saat saya berjalan kaki menyusuri Sungai Melaka.

Pada masa Kesultanan Melayu Melaka di tahun 1402-1511, Sungai Melaka merupakan jalur utama masuknya kapal-kapal dagang dan sebagai kawasan pelabuhan, perdagangan dan perniagaan sehingga menjadi sejarah penting bagi masa-masa selanjutnya. Saya menyusuri Sungai Melaka ini mulai dari hotel tempat saya menginap yaitu di L’armada Guesthouse yang letaknya persis di pinggi sungai. Saya sengaja memilih hotel ini karena ingin merasakan suasana yang berbeda dari tempat yang sebelumnya di tengah kota.

Persis di belakang guest house, ada tempat penyeberangan namanya Jembatan Pasar. Saya tidak melihat pasar di dekat jembatan tersebut. Tetapi di kawasan guesthouse saya yaitu Jalan Kampung Hulu banyak melihat kesibukan bongkar muat barang-barang dagangan. Sering terlihat truk atau mobil box hilir mudik di sekitar jalan Kampung Hulu. Mungkin saja nama jembatan tersebut berasal dari kegiatan di kawasan Jalan Kampung Hulu. Dari Jembatan Pasar saya berjalan ke arah Barat atau berakhirnya Sungai Melaka ke laut.

MR1 MR2

Sungai Melaka boleh dibilang bersih dan bebas dari sampah. Banyak slogan terlihat dimana-mana untuk mengajak masyarakat Melaka mencintai Sungai Melaka. Dan slogan itu berhasil, terbukti dengan kebersihan sungai ini menjadi salah satu andalan obyek wisata. Para pelancong dapat menikmati keindahan kota Melaka dengan menggunakan kapal ferry. Ada beberapa jeti atau halte di pinggir sungai untuk menaiki kapal ferry. Pelancong juga bisa naik ferry ini berulang kali selama 1 hari (dari jam 9 pagi – 9 malam) atau istilahnya Hop Off Hop On dengan sekali bayar. Untuk dewasa dikenakan harga RM30 dan anak-anak RM15.

20130724_171237 IMG_3710 MR9.1

Yang menarik dari menyusuri sungai Melaka adalah pemandangan dinding-dinding rumah di tepi sungai yang di cat dengan gambar-gambar aneka warna yang mencolok mata. Menurut saya hal ini makin membuat menarik para pelancong untuk berjalan-jalan di tepi sungai Melaka. Rasanya sayang juga kalau hanya sekedar melihat gambar-gambar tersebut tanpa mengabadikannya dalam foto. Lebih sayang lagi untuk dilewatkan kalau saya sendiri tidak berfoto di gambar-gambar tersebut. Narsis ini judulnya…hahahaha. 🙂 Ini juga sebagai bukti kalau saya memang benar-benar pernah ke sini, ya kan?

Full MR1 Heritage

Tidak terasa berjalan kaki sudah sampai di jembatan utama, yaitu Jembatan Tan Kim Seng. Dari jembatan ini bisa terlihat Hard Rock Cafe, Jonker Street, Stadthuys (Rumah Merah), Hotel Casa del Rio, Tourist Information Centre. Karena jembatan ini berada di pusat kawasan turis, maka tidak heran kalau banyak sekali orang-orang hilir mudik di atas jembatan ini. Benar-benar sangat ramai. Turis-turis mulai berdatangan dari jam 11 pagi dengan menggunakan bus besar dan kebanyakan adalah turis dari Cina atau Taiwan (menurut saya). Ini saya tahu dari bahasa mereka.

MR11 Full MR2

Setelah mengambil foto-foto di sekitar Jembatan Tan Kim Seng, saya melanjutkan lagi berjalan kaki menuju Museum Maritim. Rupanya berjalan kaki menyusuri tepian sungai Melaka merupakan salah satu trek yang dipakai untuk Olahraga Jalan Kaki 10000 Langkah. Dan panjang trek ini adalah 6km. Dimulai dari Maritim Museum atau tempat pembelian karcis Melaka River Cruise sampai melewati Jembatan Pasar dan kembali lagi ke awal start. Waahhh…secara tidak sengaja ternyata saya telah mengikuti jalur trek ini. Walaupun hanya sampai di Jembatan Pasar, tetapi lumayan juga jauhnya kalau bolak-balik dan setiap hari…hehehehe 🙂

Trek   Trek1

Akhirnya saya sampai di titik terakhir dari Sungai Melaka yang mengalir ke laut. Tidak ada kapal-kapal besar berlabuh, hanya 1 – 2 kapal boat yang sepertinya milik pribadi bersandar di tepian. Sebelum ujung sungai ada jembatan jalan raya melintas di atas sungai Melaka.

MR16 MR17

Demikianlah perjalanan saya hari ini selama hampir sehari penuh (sampai dengan senja) menyusuri keindahan sungai Melaka, bersih dan apik.

Salam Travelling!

Advertisements

2 thoughts on “Menyusuri Sungai Melaka, Bersih Nan Apik

    danny weol said:
    November 22, 2013 at 5:02 pm

    Tania,sempat ketemu buaya di sungai melaka?
    Kalo ga salah si pemandu wisata bilang buaya itu namanya David Beckham…he..he..lucu juga nih orang2 melaca.

      Tania Langitan responded:
      November 23, 2013 at 1:13 am

      Aku ngga pernah denger cerita itu waktu trip ke sana Dan… mungkin aja jaman dulu pernah ada buaya. Tapi sekarang kan sudah bebas dan aman….hehehe ada2 aja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s