Tips Fotografi: 6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Untuk Memotret Air Terjun

Posted on Updated on

Memotret landscape air terjun memang menyenangkan. Dengan menggunakan tehnik “slow speed” (SS), akan menghasilkan gambar yang indah memukau. Aliran air akan tampak halus, lembut dan putih bagaikan kapas. Batu-batu yang ada di sekitar air terjun dan hijau pepohonan akan menciptakan komposisi foto yang mengagumkan. Yuk ikuti tips sederhana dibawah ini yang akan membuat foto anda menjadi indah 🙂

1. Waktu yang Tepat

Waktu yang terbaik untuk memotret air terjun adalah sesudah hujan turun. Ini akan membuat aliran air sungai deras dan air hujan juga biasanya akan membantu saturasi warna dedaunan di pohon atau batu-batuan yang akan membuat warna hijau menjadi indah cemerlang.

Cilember2_resize

2. Datanglah Lebih Awal

Air terjun banyak diminati khalayak ramai sebagai tempat rekreasi, dan tentu saja akan menyulitkan untuk mendapatkan foto yang bagus. Oleh karena itu sebaiknya datanglah lebih awal sebelum orang-orang mulai banyak berdatangan. Ini juga akan membantu anda mendapatkan spot yang bagus. Bila hal ini tidak dapat dihindari, cobalah menunggu beberapa saat sampai pada waktu kerumunan manusia berkurang. Anda dapat melakukan crop untuk menghilangkan orang yang ada di foto anda. Sebaiknya memotret air terjun sebelum jam 10 pagi, selain cahaya matahari belum terlalu keras dan orang-orang juga belum banyak yang datang.

3. Gunakan Tripod

Bila menginginkan hasil foto air terjun yang halus, anda wajib menggunakan tripod sehingga anda dapat mengatur waktu (speed) shutter menjadi lambat pada saat memotret air sementara batu-batu dan pohon-pohon akan tetap tajam gambarnya. Anda dapat mengatur “shutter speed” seberapa yang anda inginkan hasil efek aliran airnya. Tambahkan ND (neutral density) filter untuk menambah waktu menjadi lebih lambat.

Cilember1_resize

4. Tambahkan Objek Manusia

Dengan menambahkan objek manusia di dalam foto akan membuat foto lebih bercerita. Hanya saja pastikan pada saat mengambil gambar, anda menggunakan speed yang cepat apakah dengan tripod atau tanpa tripod.

5. Foreground” sebagai POI (point of interest)

Cara lain untuk membuat foto air terjun menjadi lebih menarik adalah menambahkan sesuatu  di foreground sebagai point of interest. Daun berwarna kuning pada foto dibawah ini menjadi point of interest. Secara tidak sengaja pada saat saya mengambil foto ini saya melihat sehelai daun jatuh tepat diatas batu dan saya jadikan sebagai point of interest untuk foto tersebut. Lihatlah disekeliling anda dan coba ambil beberapa angle untuk melihat hal-hal yang menarik untuk dijadikan komposisi foto.

Cilember4_resize

6. Berhati-hati

Berhati-hatilah ketika anda berjalan di sekitar air terjun. Tentunya anda tidak ingin jatuh terselip dan terluka, ataupun kamera anda menjadi rusak karenanya. Pastikan anda mempunyai tripod yang kokoh dan sesuai untuk menopang beratnya kamera. Gunakan cover anti air untuk melindungi kamera dan sediakan kain lap untuk selalu membersihkan lensa dari cipratan air.

Ijen1_resize

Note: sebagian sumber dari Kav Dadfar, travel photographer

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s