The Most Terrible Place – Killing Field At Choeung Ek

Posted on Updated on

Dengan menyewa tuktuk untuk selama sehari penuh saya berangkat menuju lokasi yang terkenal dengan sebutan “Killing Field” di Choeung Ek, Kamboja. Sebelumnya saya sempat ragu apakah saya benar-benar ingin melihat tempat tersebut atau tidak. Mengapa? Namanya saja sudah “Killing Field” yang berarti tempat pembantaian di jaman kepemimpinan Polpot yang bengis dan kejam. Yang dibantai bukan hewan, melainkan manusia yang tidak berdosa! Tetapi saat itu saya sudah berada di kota Phnom Penh, rasanya sayang juga kalau saya melewatkan suatu tempat yang amat bersejarah, walaupun sesuatu yang sadis dan kejam. Begitulah yang muncul di benak saya pada malam sebelumnya.

#14 Gate1

Tuktuk membawa saya selama lebih kurang 30 menit dari hotel tempat saya menginap selama di Phnom Penh, di daerah Sisowath Quay. Jalanan yang saya lewati sangat berdebu dan tidak nyaman. Untunglah saya membawa masker dan kacamata hitam sehingga wajah dan mata saya cukup terlindung dari debu :(. Ketika tuktuk perlahan-lahan belok kanan memasuki areal halaman parker yang cukup luas, hati saya mulai berdebar-debar….hadeeuuhh, kenapa pula ini?? Ada rasa tidak nyaman ketika supir tuktuk menyuruh saya turun dan mengatakan bahwa saya sudah tiba di Killing Field. Dan supir mengarahkan saya ke pintu masuk untuk membeli karcis masuk. Dengan membayar USD3.00 saya diberikan 1 buah audio player lengkap dengan headset. Audionya mirip telepon genggam jaman dulu. Dan melalui audio tersebut saya bisa mendengarkan penjelasan mengenai bagaimana kejamnya aksi Polpot membunuh orang-orang yang tidak bersalah di lokasi Choeung Ek ini.

#3 #4 #5 #6 #7 #8

Saya mengelilingi lokasi ini mengikuti petunjuk yang saya dengar melalui audio tersebut. Terdapat sekitar 20 titik atau lokasi di areal tersebut peristiwa-peristiwa yang terjadi saat itu, seperti mulai kedatangan truk-truk yang orang-orang untuk dibunuh, tempat eksekusi untuk wanita dan anak-anak terpisah dengan laki-laki, dan seterusnya. Saya sempat menitikkan air mata mendengar kisah tersebut dari audio….dan, ternyata bukan saya saja, saya lihat beberapa juga ada yang menangis…aahhh, benar-benar sedih dan merinding saya saat itu… 😦

Di lokasi tersebut saya lihat gelang-gelang dikaitkan di pagar bambu atau digantung di batang pohon sebagai tanda belasungkawa terhadap para korban. Cuaca saat itu cukup panas dan rumput-rumput tampak kering dan pohon-pohon kering kerontang. Sepertinya Kamboja sedang musim panas di bulan Februari 2013.

#9 #10 #11

Di spot terakhir dari bagian yang saya ikuti sesuai petunjuk melalui audio adalah memasuki suatu bangunan tinggi bergaya bangunan khas Kamboja, yang di dalam bangunan tersebut terdapat tulang-tulang tengkorak manusia dan pakaian-pakaian yang dikenakan korban pada waktu pembantaian. Semua itu dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kotak kaca sehingga para pengunjung dapat melihat dari dekat. Hiiii….agak menyeramkan buat saya melihat tengkorak-tengkorak itu, karena saya langsung membayangkan korban-korban yang sudah mati dalam keadaan mengenaskan.

#12 #15

Sebelum keluar dan mengembalikan audio, disisi kanan loket penjualan karcis masuk terdapat bangunan yang didalamnya ada foto-foto Polpot, pakaian khas Polpot dan seragam para pengikut Polpot. Juga ada bagan kepemimpinan pada masa pemerintahan Polpot. Di ruangan sebelahnya ada studio atau bioskop mini untuk pemutaran film documenter berdurasi 10 menit.

#13

Sepulang dari lokasi Killing Field ini, saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar jangan lagi terjadi kekejaman terhadap manusia seperti yang dilakukan oleh Polpot ini. Let’s Peace On Earth!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s