Edisi Liburan Sekolah: “Stasiun Kota Jakarta dan Kawasan Kota Tua”

Posted on Updated on

Liburan sekolah tiba! Horeeee…..Inilah waktu yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak sekolah setelah menerima rapor. Bagi anak-anak, tentunya ini adalah kesempatan mereka untuk pergi jalan-jalan, makan-makan, beli mainan, nonton dan banyak lagi. Sementara para orang tua bisa jadi hal ini membuat hati cemas, apalagi kalau bukan soal biaya tentunya…hehehe. Pergi jalan-jalan dan tamasya bersama keluarga memang tidaklah sedikit biaya yang dikeluarkan. Bingung mencari pilihan jalan-jalan yang murah tapi bisa menyenangkan hati anak-anak?

Bagaimana kalau anda mencoba berjalan-jalan ke Stasiun Kota Jakarta dan sekitarnya? Tidak ada salahnya juga kalau anda datang ke Stasiun Kota dengan menggunakan transportasi Kereta Api. Kondisi stasiun-stasiun di Jakarta saat ini sudah banyak perubahan. Anda bisa baca di link saya di sini https://smartravellerblog.wordpress.com/category/myjourney/jakarta-untuk-semua/

Stasiun Kota atau juga dikenal dengan Stasiun Beos adalah peninggalan jaman koloni Belanda dan merupakan stasiun tertua di Jakarta. Stasiun ini sudah ada sejak tahun 1870 dan merupakan salah satu cagar budaya yang harus dipelihara oleh kita semua.

Stasiun Kota (Beos)
Stasiun Kota (Beos)
Desain Bangunan khas Belanda
Desain Bangunan khas Belanda
Jam Tua
Jam Tua
Kantor Kepala Stasiun :)
Kantor Kepala Stasiun
Bersih dan Indah
Bersih dan Indah
Stasiun Kota
Stasiun Kota

Bila anda lapar atau haus di dalam stasiun terdapat mini market dan beberapa restoran yang menyediakan makanan dan jajanan dengan harga terjangkau. Letaknya di sebelah jalur 12.

Dari Stasiun Kota anda dapat melanjutkan jalan kaki menuju Museum Fatahillah, melewati jalan Lada. Museum ini dikenal juga dengan Museum Falatehan yang menyimpan sejarah pada jaman Belanda, terutama di tahun 1740 dimana terjadi pembantaian terhadap ribuan warga keturunan Tionghoa. Anda dapat masuk ke dalam museum ini dengan membayar karcis masuk dewasa seharga Rp. 2.000 dan pelajar Rp. 600,-. Kecuali hari libur nasional dan Senin, hari lainnya buka dari jam 9 pagi – 3 siang.

Di depan Museum ini terdapat halaman yang cukup luas – yang dikenal dengan Taman Fatahillah – dan selalu ramai. Ada kalanya atraksi “Debus” hadir di taman ini. Atau anda dapat menyewa sepeda “Onthel” lengkap dengan topi prajurit Belanda dengan warna-warna yang lucu yang sama warnanya dengan sepedanya.

Museum Fatahillah
Museum Fatahillah
Museum Fatahillah
Museum Fatahillah
Sekitar Taman Fatahillah
Sekitar Taman Fatahillah
Lorong di sekitar Taman Fatahillah
Lorong di sekitar Taman Fatahillah
Sepeda Onthel
Sepeda Onthel
Yuk beli kaos Jakarta... 50 ribu dapat 3
Yuk beli kaos Jakarta… 50 ribu dapat 3

Di sekitar Taman Fatahillah inilah yang disebut sebagai kawasan Kota Tua, dimana banyak terdapat tempat-tempat bersejarah yang merupakan awal berdirinya Kota Jakarta. Dari Taman Fatahillah anda dapat berjalan kaki mengunjungi Menara Syahbandar dan Museum Bahari (diresmikan tahun 1977). Menyusuri Jalan Kali Besar Timur anda akan menemui sebuah jembatan sisa peninggalan Belanda, yang bisa diangkat terbuka untuk kapal-kapal melintas pada jaman VOC dulu. Nama jembatan ini adalah Jembatan Kota Intan, dulunya bernama Jembatan Pasar Ayam. Kemudian anda juga akan menemui lokasi bekas bengkel kapal VOC yang berada di Jalan Tongkol.

Jembatan Kota Intan
Jembatan Kota Intan
Bekas Bengkel Kapal VOC
Bekas Bengkel Kapal VOC
VOC
VOC

 

Menara Syahbandar sekarang sudah ditetapkan menjadi cagar budaya, awalnya merupakan pintu masuk ke Batavia dari arah laut (waterpoorl). Didirikan tahun 1645 oleh Gubernur Jenderal Antonion van Dimen, diatas situs bersejarah Kubu Bastian Culemborg, yang menghadap ke Barat Laut kota Batavia. Nama Culemborg sendiri diambil dari nama sebuah kota kecil, tempat kelahiran van Diemen (tahun 1808). Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels, Kubu Bastian dihancurkan, kemudian diatasnya dibangun menara pengawas yang dikenal dengan Menara Syahbandar atau Vicklijk (1839). (Sumber: Jakarta, Panduan Wisata tanpa Mal).

Disebelah Menara Syahbandar, terdapat Museum Bahari yang berada di Jalan Pasar Ikan No. 1, Sunda Kelapa, Jakarta Barat. Museum ini memuat koleksi barang yang berkaitan dengan dunia perbaharian dan informasi sejarah Kota Jakarta. Pada masa pendudukan Belanda, bangunan Museum Bahari ini menjadi gudang tempat menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran Eropa. (Sumber:Jakarta, Panduan Wisata tanpa Mal).

Halaman di Museum Bahari
Halaman di Museum Bahari
Jendela di Museum Bahari
Jendela di Museum Bahari
Bagian Dalam Museum Bahari
Bagian Dalam Museum Bahari
Backyard of Museum Bahari
Backyard of Museum Bahari

Kawasan Kota Tua merupakan tempat favorit bagi para fotografer. Anda akan menemui banyak sekali fotografer baik yang sendiri maupun berkelompok dengan para modelnya. Juga sebagai tempat untuk pengambilan foto “Pre Wedding” bagi para calon pengantin :).

Semoga informasi diatas dapat menjadikan pilihan wisata anda bersama keluarga di masa liburan sekolah tahun ini.

Happy Travelling!

Advertisements

6 thoughts on “Edisi Liburan Sekolah: “Stasiun Kota Jakarta dan Kawasan Kota Tua”

    senangsenangyuks said:
    June 20, 2013 at 11:36 pm

    uaaa, pengen banget ke sini, tapi belum sempat, gak tau deh kalo baa ponakan bakal suka atau gak. Nice posting mba 😀

      Tania Langitan responded:
      June 20, 2013 at 11:54 pm

      Tenkyu mba…emang tinggalnya dimana?

        senangsenangyuks said:
        June 21, 2013 at 2:55 am

        Di sangatta, kalimantan timur mba 🙂
        rencananya liburan ini mau ke Jakarta baa ponakan, pengen ke kota tua, cuma naga-naganya ponakan aku gak doyan. heheheheh

        Tania Langitan responded:
        June 22, 2013 at 4:34 am

        wahh…jauh tuh sangatta. Saya pernah juga ke sana waktu ada tugas kantor bbrp thn lalu. Ok deh…have fun ya utk liburannya nanti di Jkt 🙂

        senangsenangyuks said:
        June 22, 2013 at 4:52 am

        oh yah?
        sempat ke Prevab gak? tempat pengembangan dan studi orang utan, ntar aku posting ttg itu 😀

    Thomas Surja said:
    December 29, 2013 at 11:44 am

    Hari ini ke sana. Ramai. Sampah bertebaran di mana-mana. Pedagang kaki lima dan pengamen meraja-lela. Termasuk pengemis. Pemeliharaan termasuk hal yang sulit dilakukan di Indonesia ya… Sayang sekali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s