Jalan-Jalan ke Passer Baroe

Posted on Updated on

Rasanya sudah lebih dari 3 tahun tidak pernah lagi ke Passer Baroe (baca: Pasar Baru). Minggu ini saya iseng jalan ke Pasar Baru, selain ingin mencari mesin pengering rambut juga ingin makan di rumah makan tua “Soen Yoe” yang di jalan Kelinci.

Di era tahun 70an dan 80an, Pasar Baru sangat terkenal dan merupakan tempat warga Jakarta membeli untuk sepatu :). Jaman dulu belum ada mal dan plaza, sehingga kalau mencari sepatu, tas, peralatan olah raga dan bahan untuk menjahit, ya  Pasar Baru inilah tempatnya. Masih ingat toko-toko sepatu jaman dulu? Beberapa masih bertahan sampai sekarang.

Toko Sepatu "Hongkong"
Toko Sepatu “Hongkong”
Toko Sepatu " Sien Lie Seng"
Toko Sepatu ” Sien Lie Seng”
Toko Sepatu "Sinar Baru"
Toko Sepatu “Sinar Baru”

Pasar Baru sekarang memang sudah tidak lagi seramai seperti jaman dulu, tetapi sebagai tujuan wisata tidak ada salahnya untuk dikunjungi. Disini anda masih bisa mendapatkan sepatu yang cukup berkualitas dengan harga sangat terjangkau. Dan anda masih bisa menemukan satu restoran yang sudah sejak lama bertahan sampai saat ini. Nama restoran tersebut adalah “Soen Yoe”. Letaknya di jalan Kelinci III. Restoran ini tidak ada perubahan sama sekali sejak pertama saya datang ke sini. Cat dan bangunannya tetap sama. Interiornya pun tetap sama, 3 meja bundar besar dengan 6 kursi dan 2 meja persegi untuk 4 – 5 orang. Seperti yang terlihat di foto ini.

SOEN YOE
SOEN YOE
Jl. Kelinci III
Jl. Kelinci III
"Soen Yoe"
“Soen Yoe”
Nasi Campur
Nasi Campur

Masih ada satu toko yang menurut saya juga tidak berubah bentuknya dan masih bertahan sampai sekarang. Sudah ada sejak tahun 1873….wow, lama banget ya! Nama tokonya “Lee Ie Seng”, menjual berbagai macam alat tulis untuk sekolah dan kantor.

Toko "Lee Ie Seng"
Toko “Lee Ie Seng”

Sebagian jalan Pasar Baru ditutupi dengan kanopi tinggi dan badan jalan dipasang corn block. Sayangnya mobil masih bisa melewati jalan tersebut sehingga kurang nyaman untuk pejalan kaki. Menurut saya akan lebih baik kalau sepanjang jalan Pasar Baru dikhususkan hanya untuk pejalan kaki saja (pedestrian street) seperti yang banyak saya lihat di luar negeri. Bila anda masuk dari jalan H. Samanhudi, anda akan melihat gerbang masuk yang cukup tinggi bertuliskan “Passer Baroe”.

Suasana Pasar Baru
Suasana Pasar Baru
Gerbang Passer Baroe
Gerbang Passer Baroe

Setelah pilih-pilih barang di toko keperluan salon, akhirnya “hairdryer” pun terbeli juga seharga Rp. 150.000…murah kan? Yang harga dibawah Rp. 100.000 juga ada 🙂

Cuaca lumayan panas siang  itu….rasanya koq nikmat sekali kalau bisa makan es krim. Hmmm….bagaimana kalau makan es krim Italia “Ragusa” yang terkenal itu? Yuuk…naik bajaj cuma Rp. 15.000 saja dari Pasar Baru.

Pengen tahu tempat es krim Italia Ragusa dan rasanya bagaimana? Ikuti catatan perjalanan saya selanjutnya dengan klik “follow” di halaman ini supaya anda menjadi orang yang pertama membacanya.

Cheers,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s