My First Day in Saigon City

Posted on Updated on

Inilah kisah perjalanan saya selama berada di kota Ho Chi Minh atau dulunya lebih dikenal dengan nama Saigon,  selama 2 hari penuh. Berbekal peta (foto copy) yang diberikan secara gratis oleh pihak hotel, saya menjelajah kota ini. Yuk ikutan baca….:)

Pagi-pagi setelah sarapan saya mulai berjalan kaki menuju War Remnants Museum. Dalam perjalanan, saya melewati sebuah taman yang dipenuhi oleh para penjual bunga sehingga taman tersebut penuh oleh berbagai jenis bunga yang berwarna-warni. Umumnya berwarna kuning. Rupanya bunga-bunga tersebut di jual dalam rangka penduduk Vietnam menyambut tahun baru sesuai kepercayaan mereka. Agama yang paling banyak dianut oleh penduduk Vietnam adalah Budha, Hindu, dan Kong Hu Chu.

Penjual Bunga di Taman
Penjual Bunga di Taman
Colorful!
Colorful!

Tidak jauh dari taman, saya melihat Ben Thanh Market. Ini adalah pasar yang terkenal dengan berbagai macam suvenir murah, seperti aneka tempelan kulkas, t-shirt, tas, kerajinan tangan, dan banyak lagi. Pokoknya macam-macam deh…sampai pusing sendiri lihatnya…:=)

Ben Thanh Market
Ben Thanh Market
Suasana di dalam pasar Ben Thanh
Suasana di dalam pasar Ben Thanh
Penjual Makanan (Sarapan)
Penjual Makanan (Sarapan)

Foto yang menjual makanan untuk sarapan, perhatikan rotinya yang besar-besar. Saya tidak tahu nama rotinya, tetapi tadi pagi waktu sarapan di hotel, saya makan roti itu. Kalau dimakan agak sedikit alot, bagian luarnya agak garing (crispy). Dan roti tersebut saya lihat juga ada di Kamboja 🙂

Sempat nyasar juga di jalan…hehehe…terpaksa harus bertanya ke penduduk setempat. Umumnya mereka tidak bisa berbahasa Inggris, bahkan mengertipun tidak 😦 Karena salah jalan, saya malah menemui beberapa pelukis yang menjual hasil karya mereka dalam berbagai bentuk hiasan seperti terlihat foto di bawah ini. Ada untungnya juga salah jalan, bisa melihat karya-karya lukisan mereka yang cantik-cantik 🙂

Penjual Lukisan di pinggir jalan
Penjual Lukisan di pinggir jalan
Handycrafts
Handycrafts

Akhirnya sampai juga saya di War Remnants Museum. Dari depan jalan sekilas tidak terlihat kalau tempat itu adalah Museum, mungkin karena tertutup oleh pohon yang besar. Harga karcis masuk per orang 15,000 Dong atau kalau dirupiahkan sekitar 7,000. Lumayan murah :). Cerita mengenai War Remnants Museum bisa dibaca di halaman saya yang sebelumnya, atau bisa klik https://smartravellerblog.wordpress.com/2013/06/09/war-remnants-museum-ho-chi-minh-city-vietnam/

Puas berada di dalam Museum, saya melanjutkan untuk melihat gereja Cathedral Notre Dame. Gereja ini adalah peninggalan jaman penjajahan kolonial Perancis antara tahun 1863 dan 1880.

Side view of Notre Dame
Side view of Notre Dame
Notre Dame Saigon
Notre Dame Saigon
Notre Dame Saigon
Notre Dame Saigon

Persis di sebelah gereja Notre Dame ada kantor pos besar Saigon.yang juga merupakan objek wisata kota Saigon. Kalau di Jakarta mungkin sama dengan yang ada di Pasar Baru. Tentu saja saya harus melihat dan masuk ke dalam kantor pos ini. Gaya bangunannya model Eropa, karena mereka dulunya di jajah Perancis. Di bagian dalamnya ada beberapa toko yang menjual cindera mata dan loket-loket untuk menjual keperluan surat menyurat.

Post Office Saigon
Post Office Saigon
Exterior of Post Office Saigon
Exterior of Post Office Saigon
Interior of Post Office Saigon
Interior of Post Office Saigon
 Activity in Post Office
Activity in Post Office

Tidak terasa sudah tengah hari, perut sudah mulai keroncongan tanda harus diisi makanan nih…. Sambil berjalan mencari tempat makanan yang kira-kira enak, saya berjalan kaki ke arah kota untuk melihat tempat wisata lainnya. Saya melewati sebuah taman yang letaknya masih di sekitar gereja dan kantor pos. Tamannya dipenuhi dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi sehingga terasa sejuk untuk duduk-duduk di sana. Sepanjang jalan banyak atribut-atribut hiasan untuk menyambut hari raya tahun baru penduduk Vietnam. “Mung Yuan Quy Ty 2013”.

Taman di sekitar Notre Dame
Taman di sekitar Notre Dame
Selamat Tahun Baru 2013
Selamat Tahun Baru 2013

Waah…ngga ketemu makanan yang pas dengan selera saya, adanya roti-rotian aja…yah mau ga mau dibeli soalnya sudah laper! Sayang, saya lupa motret. Begitu juga dengan es krim Baskin Robbins dimana saya juga mampir karena udara siang hari yang lumayan panas, sekalian mengademkan badan yang sudah keringetan…hihihi. Selesai istirahat di Baskin Robbins, saya berjalan kaki menyusuri jalan Le Loi salah satu jalan utama di kota Saigon sampai akhirnya saya berhenti di dekat Rex Hotel. Daerah ini sepertinya daerah elit, karena banyak toko-toko yang menjual barang-barang bermerek dan hotel-hotel berbintang lima, seperti Rex Hotel.

Museum1 Museum2 city4

Tidak jauh dari tempat ini, berjalan kaki kurang lebih 150 meter terdapat Opera House Saigon.

Side view of Opera House
Side view of Opera House
Opera House Saigon
Opera House Saigon

Hari sudah mulai senja, sepertinya sudah cukup hari ini untuk melihat-lihat kota Saigon. Sambil berjalan kembali ke hotel, saya mengambil jalur menyusuri sungai Saigon. Dan ada beberapa perahu besar yang khusus dibuat sebagai restoran yang dihias dengan lampu-lampu sehingga terlihat menarik dan meriah. Sepertinya perahu tersebut dapat digunakan untuk wisata sehingga para tamu yang makan malam bisa sambil menikmati kota Saigon. Salah satu perahu restoran yang menarik bagi saya adalah seperti foto dibawah ini. Agak sedikit buram karena hari sudah malam dan saya tidak membawa tripod kamera 🙂

Restoran di atas Perahu
Restoran di atas Perahu

Saya berjalan menyusuri sungai ini hanya sekitar 200 meter karena makin lama jalan raya semakin jauh…wah, cilaka…bisa-bisa saya salah jalan lagi. Jadinya saya ambil jalan lain untuk kembali ke jalan Bui Vien, daerah tempat saya menginap. Saya berjalan melalui pertokoan yang ramai dipenuhi orang-orang…. dari anak-anak sampai orang lanjut usia. Sepertinya anak-anak sekolah sudah libur, karena saya melihat banyak sekali anak-anak dan para remaja bergerombolan. Dan toko-toko tersebut dihias sangat menarik, sehingga banyak sekali orang-orang yang berfoto. Nah, disitulah saya kehilangan smartphone Samsung saya….hiks 😦 baru sadar setelah kembali di hotel. Padahal saya sudah dengar dari beberapa sumber kalau di Vietnam banyak scam nya. Eeh, bisa kena juga… yah sudah, nasibku. Pasrahkan saja, nikmati saja travellingnya…:). Sebelum sampai di hotel, saya mampir dulu untuk makan malam. Kali ini saya makan mi khas Vietnam, yaitu “Pho”. Yuuk…

Vietnamese noodle - Pho Tai
Vietnamese noodle – Pho Tai

Selesai sudah jalan-jalan di kota Saigon untuk hari ini….:=) Sekarang waktunya istirahat, memulihkan tenaga untuk besok jalan-jalan ke Chuci Tunnel. Good night….Zzzzz…zzz….zzzz….

Related Links

Advertisements

One thought on “My First Day in Saigon City

    […] Walking Tour in Saigon City […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s